Realisasi Penerimaan Bea Cukai 2021 Lampau Target, 7 Eksportir Ini Ikut Berkontribusi

  • Bagikan
Plh Kepala KPPBC Kendari, Affinutha Vena Intanna. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bea Cukai Kendari, Sulawesi Tenggara merealisasikan penerimaan di 2021 senilai Rp 220.940.494.000 atau 113.68 persen. Angka tersebut melampaui target senilai Rp 194.360.281.000.

“Kami berhasil mencapai penerimaan di 2021 dengan bea masuk Rp 223.618.910.000, bea ke luar Rp 4.663.000, cukai Rp 74.370.000, serta resturisasi Rp 2.787.449.000 sehingga total penerimaan Bea Cukai Kendari 2021 mencapai Rp 220.940.494.000,” jelas Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kendari, Affinutha Vena Intanna, Senin (17 Januari 2022).

Plh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Kendari itu menambahkan khusus 2022 pihaknya belum mendapatkan target penerimaan Bea Cukai namun secara nasional penerimaan ditergetkan dengan bea masuk Rp 25,16 triliun.

Dibandingkan realisasi penerimaan Bea Cukai pada 2019 dan 2020 masing-masing melampaui target, yakni 101,97 persen dan 121,72 persen.

Selain memenuhi target pada masa pandemi Covid-19 ini, Bea Cukai ditugaskan untuk ikut mendukung program pemulihan ekonomi nasional berdasarkan tugas dan fungsinya, yaitu menangani impor-ekspor namun ditugaskan untuk mendorong ekspor di daerah.

Olehnya itu, Bea Cukai Kendari bersama dengan instansi terkait membentuk Tim Klinik Ekspor Provinsi Sultra sesuai KEP GUB Nomor 179 Tahun 2021 yang terdiri dari Pemda Sultra, Bea Cukai, Karantina Ikan Kendari, Karantina Pertanian Kendari, Bank Indonesia Perwakilan Sultra, PT Pelindo IV, PT Angkasa Pura Logistik, Kantor Kesyabandara dan Otoritas Pelabuhan, UPBU Halu Oleo Kendari, BPS Sultra, dan Balai Konservasi.

Baca:   Agustus 2018 Kendari Deflasi 1,29 Persen

“Di 2022 ini kami yakin makin banyak eksportir-eksportir baru dari Sultra. Kami juga oprtimis karena pada minggu kemarin kita mendapatkan calon eksportir dan dia berkonsultasi untuk mengekspor nilam, ini kami melihat generasi muda mulai bermunculan untuk mengekspor,” terang Affinutha.

Adapun ekspor perdana pada 2021 di Sultra terdiri dari tujuh eksportir dan komoditas sebagai berikut.

  1. Layar Benua Mitra ekspor, komoditasnya Nutmeg With Shell dengan volume 26.040 kilogram dan nilai devisanya CNY 480.447.
  2. Florindo Selaras Karya, komoditas ekspor Dried Raw Cashew Nuts in Shell sebanyak 48 ton, nilai devisa USD 63.072.
  3. Sinar Sawit Indo, komoditas Palm Acid Oil volume 309.375 kilogram, nilai devisa USD 157.781.
  4. Cahaya Kencana Alam, komoditas Southsea Pearl, volume 17,5 kilogram, nilai devisa USD 110.000.
  5. CV Nuravia Marine Fish, komoditas Life Tropical Fish, volume 2.236 pce, nilai devisa USD 644,70.
  6. CV Alfizh, komoditas Fish Net, volume 4.800 kilogram, nilai devisa USD 50.000.
  7. CV Best Farmer Indonesia, komoditas Raw Cashem Nut, volume 18 ton, dan nilai devisa USD 22.500

“Untuk meningkatkan ekspor ke depan, kita selalu menyosialisasikan dan mencari calon-calon eksportir baru dan kami asistensi mulai dari awal,” tambahnya. (B)

Baca:   Pemkot Kendari Targetkan 2022 Bebas dari Kawasan Kumuh

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan