Remaja Jadi Perokok? Segera Berhenti, Bahayanya Luar Biasa

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

SULTRAKINI.COM: Usia remaja merupakan fase pertumbuhan yang tepat sehingga efektifnya harus menjaga dan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Namun, apa jadinya jika remaja mulai belajar merokok, padahal dampak buruk yang ditimbulkan berpotensi mengancam masa depan si anak.

Apa saja dampak merokok di usia muda?

  1. Paru-paru berhenti mengembang

Memulai kebiasaan merokok pada usia remaja sangat berdampak buruk terhadap kesehatan organ dalam manusia, salah satu perkembangan paru-paru. Kebiasaaan ini justru akan semakin berlanjut sampai mereka dewasa sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan kronis.

  1. Gejala penyakit jantung dan pembuluh darah sejak dini

Merokok di usia muda selain merusak perkembangan paru-paru juga menyebabkan kerusakan pada sistem peredaran darah. Ketika memasuki usia dewasa akan muncul penyakit-penyakit baru, seperti penyakit jantung koroner, aterosklerosis, gagal jantung, serangan jantung, hingga stroke.

  1. Gangguan mulut

Merokok dapat menjadi salah satu penyebab gangguan pada mulut, berupa perubahan warna gigi, bau napas tidak sedap, berkurangnya kepadatan tulang pada rahang, peradangan gusi atau periodontitis, gigi berlubang, gigi copot atau tanggal, penumpukan plak dan terbentuknya karang gigi, risiko kanker mulut, peradangan kelenjar ludah, serta munculnya bercak putih di dalam mulut atau leukoplakia.

  1. Masalah pada otot dan tulang
Baca:   Awas, Merokok Sembarang Tempat Didenda Rp 500 Ribu

Tulang merupakan organ tubuh paling kuat, tapi lama-lama bisa melemah dan rusak akibat merokok. Racun rokok menyebabkan peradangan pada tulang dan sendi. Kerusakan ini membuat perokok sangat rentan terserang osteoporosis dan rematik, apalagi bagi remaja.

  1. Kanker

Rokok mengandung senyawa karsinogen yang dapat menginduksi mutasi atau pembelahan sel pada level DNA, sehingga menyebabkan kanker.

  1. Gangguan kecerdasan, gangguan tingkah laku, gangguan konsentrasi karena ada kerusakan pada korteks

Hal ini dikarenakan paparan nikotin sehingga menganggu tumbuh kembang anak. Nikotin membuat si perokok merasa relaks dan kemudian merasa lebih energik dan bersemangat atau sebaliknya sehingga merusak otak.

Kabarnya, terdapat 69 persen remaja di Indonesia menjadi perokok aktif. Mereka tinggal dalam lingkungan dan keluarga perokok. Selain itu, ada 89 juta orang anak terpapar asap rokok dan terancam rusak kesehatannya. (C)

Laporan: Sitti Apriyani
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan