Rencana Ali Mazi Dibalik Sablon Karung Sembako Bantuan Covid-19 

  • Bagikan
Wakil Koordinator Satuan Tugas Perencanaan Data, Pakar dan Analis Covid-19 Sultra, Asrun Lio. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wakil Koordinator Satuan Tugas Perencanaan Data, Pakar dan Analis Covid-19 Sultra, Asrun Lio, mengatakan bahwa masalah karung paket sembako yang terpampang foto Gubernur Sultra Ali Mazi merupakan sebuah identitas bahwa bantuan tersebut dari provinsi.

Dia menjelaskan bahwa latar belakang munculnya gagasan atau ide itu, tujuannya agar paket sembako yang akan didistribusikan rapi dan tidak menyulitkan saat pembagian, serta mudah dikenali untuk membedakan yang mana bantuan kabupaten, provinsi, serta para donatur lainnya.

“Bantuan saat ini ada dua tenda besar dan barang itu tidak bisa tahan lama berarti harus segera di distribusikan. Olehnya itu, untuk bisa merapikan pendistribusian sembako ini butuh dikemas dalam satu wadah agar bantuannya bisa rapi dan tertib,” ungkap Asrun Lio, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya kalau bantuan sosial tersebut tidak dikemas dengan baik akan menyulitkan pada saat pendistribusian. 

“Prinsipnya semua bantuan ini berasal dari masyarakat dan akan juga dikembalikan kepada masyarakat. Berdasarkan data di Dinas Sosial yang benar-benar membutuhkan bantuan ini,” ucapnya. 

Dari situ, lanjut Plt Kadis Dikbud Sultra itu, untuk memastikan agar barang bantuan paket sembako ini betul-betul sampai kepada masyarakat, maka harus diberi label pada karungya, karena prinsip pendistirbusian itu harus jelas siapa yang memberi dan siapa yang menerima. 

Baca:   Balon Bupati dan Wakil Bupati Adu Visi Misi di DPW PKB Sultra

Sisi lainnya, katanya, Ali Mazi juga merupakan ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sultra. Ini memberikan pesan bahwa pendisitribusian bantuan dari Provinsi Sultra. Makanya karung itu dikemas. Tetapi bukan hanya sekedar label Gubernur Sultra, tapi juga dalam sisi karung lain ada imbauan-himbauan pemerintah kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan juga ada tulisan kecil tentang isi paket sembakonya.

“Selain foto Gubernur disisi lain karung juga kan ada tulisan lain, misalnya tertulis, beras, gula, macam-macam isinya, gunanya untuk apa? Untuk memastikan si penerima bantuan bahwa jumlah barang yang dikemas isinya ini. Jadi kalau ada paket yang kurang satu janis bisa melakukan pengaduan ke posko gugus tugas atau Call Center, untuk ditambah. Oleh karena itu identitas karung itu tidak perlu diperdebatkan,” bebernya. 

“Kalau ada masyarakat yang ingin menyediakan karung dengan identitas yang sudah ditentukan, seperti yang ada saat ini boleh saja masyarakat membantu untuk membiayai. Kita bersyukur pak gubernur, ini tidak bersumbernya dari APBD karena APBD baru diteken kemarin. Dengan demikian sudah pasti menggunakan dana pribadi. itu sumber karung,” jelasnya. 

Hingga saat ini data bantuan masyarakat dan para dermawan termasuk perusahaan pertambangan, swasta dan BUMN di posko gugus tugas provinsi sudah berkisar 26 ton beras, sisanya yang belum dikemas tinggal 18 ton. Sebagian juga sudah didistribusikan ke kabupaten tergantung permintaan.

Baca:   Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Sultra 2020 Digelar, Petenis Tiga Daerah Adu Kemampuan

Sementara bantuan lain berupa uang, gugus tugas mencatat hingga sampai saat ini sudah mencapai sekira Rp 500 juta. 

“Pedistrbusian ini harus dikoordinasikan dengan kabupaten dan kota. Kalau yang sudah didistribusi oleh kabupaten/kota, maka gugus tugas provinsi harus memastika bahwa tidak ada orang yang dobol menerima bantuan,” ucap Asrun Lio.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekian banyaknya bantuan tersebut Gubernur menargetkan akan ada sekitar 20 ribu paket sembako yang bisa terdistribusi ke kabupaten dan kota di Sultra. Sementara ini yang sudah selesai pengemasan sekitar 5.000 paket karung sembako dan itu berdasarkan permintaan maisng-masing kabupaten.

“Kemarin sudah ada yang dari Buton Tengah mengambil APD disini dan juga menyampaikan kebutuhan masyarakatnya, menyampaikan kebutuhan sembako masyarakat sana sekitar 200 dan itu langsung disetujui gugus tugas dan dibawa langsung ke Buteng,” ucapnya lagi. 

Asrun juga menuturkan bahwa semua bantuan akan dikelolah secara transparan. Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin memberikan donasi atau ingin memberikan bantuannya bisa langsung ke Posko Gugus tugas tanpa harus melalui perantara karena semua akan dicatat siapa penyumbangnya dan berapa totalnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan