RSUD Siloam Kekurangan Oksigen Sementara Gunakan Oksigen Generator Mesin

  • Bagikan
Rumah Sakit Umum Siloam Buton. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Rumah Sakit Umum Siloam Buton. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Direktur Rumah Sakit Umum Siloam atau Siloam Hospital Buton, dr Agung mengatakan saat ini terdapat 16 pasien Covid-19 yang dirawat di ruang Covid-19 RSUD Siloam dan 10 pasien dengan tes swab antigen reaktif berada diruang emergency.

Keadaan ini mengakibatkan kebutuhan oksigen melebihi kapasitas oksigen yang tersedia di Rumah Sakit Umum Siloam Buton sehingga pihaknya memutuskan menutup UGD sejak 25 Juli 2021.

“Karena tidak ada persediaan, oksigen tidak cukup, pasien kami pada kemarin itu ada 12 orang pasien semuanya membutuhkan oksigen kadar tinggi,” kata Agung, Senin (26/7/2021).

Persediaan oksigen di RS Siloam kata Agung, berasal dari oksigen genarator mesin yang dimiliki rumah sakit, namun  itu kapasitas normal oksigen generator hanya sekitar 80 LPM (liter per menit) yang setara dengan 20 tabung perhari.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Waktu sebelum Covid-19 kebutuhan kami cukup, tapi pada saat ini dimana banyak yang membutuhkan oksigen kadar tinggi itu tidak cukup sehingga kami butuh bantuan oksigen. Butuh beli lagi oksigen selain oksigen generator,” ucapnya.

Ke- 26 pasien yang dirawat kata Agung memiliki gejala yang berbeda mulai dari ringan, sedang, dan gejala berat.

Baca:   Operasi Cipkon di Baubau Sita Puluhan Sajam dan Ribuan Botol Miras

“Sebagian besarnya gejala sedang, ada yang berat ini utamanya jika ada kerusakan paruparu, tentu kita beri bantuan oksigen,” terangnya.

Namun demikian, per hari ini (Senin, 26/7) RS Siloam sudah kedatangan 30 tabung dan dijadwalkan dua hari sampai tiga hari lagi akan di suplay 30 tabung lagi sebagai stok sehingga saat ini UGD telah dibuka lagi dan dapat berubah sewaktu-waktu. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan