RSUD Wakatobi Dilengkapi Tiga Gedung Baru, Arhawi Titip Agar Dijaga untuk Kepentingan Masyarakat

  • Bagikan
Bupati Wakatobi, Arhawi menandatangani prasasti gedung RSUD Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Bupati Wakatobi, Arhawi menandatangani prasasti gedung RSUD Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Menjelang sisa masa jabatannya pada tanggal 28 Juni 2021, Bupati Wakatobi Arhawi menyempatkan waktunya meresmikan tiga gedung baru fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi, Sabtu (19/6/2021).

Tiga gedung baru RSUD Kabupaten Wakatobi yaitu, gedung IGD, ICU, dan kamar operasi lantai tiga; gedung rawat inap kelas I, II dan III, serta gedung Hiperbaric Chamber dan alat kesehatannya.

Bupati Wakatobi Arhawi mengatakan, selama memimpin Wakatobi ia selalu fokus dalam pembangunan infrastruktur, salah satunya infrastruktur kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Selain itu, ia juga menyampaikan selalu berjuang agar dokter spesialis hadir di setiap pulau Wakatobi, namun ia mengakui, belum dapat mewujudkan dengan sempurna karena keterbatasan waktu kepemimpinannya yang hanya satu periode.

“Oleh karena itu di priode pertama saya telah mempersiapkan berbagai fasilitas khususnya membangun puskesmas dan Insya Allah kita akan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Pratama, sehingga ke depan Puskesmas tersebut akan bisa kita tempatkan dokter spesialis di setiap pulau yang ada di Wakatobi. Kalau diukur 5 tahun tidak mungkin kita akan dicapai negara pun juga sudah berumur 70 tahun lebih sampai sekarang juga tidak ada habis-habisnya untuk kita membangun,” terangnya.

Baca:   Pemkot Baubau Izinkan Salat Idul Adha di Masjid Jika Zona Hijau, Cek Wilayahnya

Ia berharap, gedung rumah sakit ini dapat dijaga dan dirawat bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang agar kebutuhan masyarakat tentang kesehatan bisa terpenuhi dengan baik.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Kabupaten Wakatobi Munardin Malibu mengatakan, peresmian gedung baru rumah sakit ini, semua berkat dukungan dan usaha dari berbagi pihak, baik dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sehingga terbangun gedung rumah sakit yang sesuai standar Kementerian kesehatan.

“Sebelum saya melanjutkan sambutan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Wakatobi yang telah dengan ikhlas memberikan dukungannya sehingga gedung ini bisa berdiri seperti sekarang ini. Juga saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam proses pembangunan gedung ini,” kata Miliadin dalam sambutannya.

Gedung baru ini, diharapkan akan menambah semangat para tenaga kesehatan untuk meningkatkan kinerja dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Wakatobi. 

Anggaran pembangunan tiga gedung ini diperoleh melalui Dana alokasi khusus (DAK) fisik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pembangunan gedung IGD, ICU, dan kamar operasi menelan biaya kurang lebih Rp20 miliar dengan kapasitas maksimal lantai satu (IGD) yaitu satu ruang isolasi, empat tempat tidur ruang VK kebidanan, dua tempat tidur di ruang resusitasi, empat bed ruang tindakan, dan enam tempat tidur di ruang observasi, serta satu ruangan apotek atau depo farmasi.

Baca:   Hasil Swab Negatif, 12 Warga Binongko Dipulangkan

Kemudian, kapasitas lantai dua (ICU) yaitu satu ruang isolasi, delapan tempat tidur ruang icu, dan satu ruang nicu. Untuk kapasitas lantai tiga (kamar operasi) yaitu tiga ruang operasi.

Sementara gedung rawat inap kelas I, II, dan III menelan biaya kurang lebih Rp 13 milyar rupiah. dengan kapasitas maksimal ruang rawat inap yaitu 50 tempat tidur, yang terdiri dua tempat di ruang vip, 12 tempat tidur di kelas I, 16 tempat tidur di kelas II, 20 tempat tidur di kelas III. serta ditambahkan dua tempat tidur ruang tindakan, dan dua tempat tidur di ruang isolasi.

Lanjutnya, untuk pembangunan gedung hiperbaric chamber dan alat kesehatannya menelan biaya sekitar Rp 11 milyar. Dengan kapasitas hyperbaric chamber yaitu delapan orang, yang terdiri enam pasien, dan dua dokter/perawat pendamping.

“Pembangun gedung hyperbaric chamber beserta kelengkapan peralatan kesehatannya ini untuk mendukung visi dan misi Pemda Wakatobi tentang  pariwisata. Pelayanan hyperbaric chamber ini merupakan layanan unggulan RSUD Wakatobi yang belum dimiliki oleh rumah sakit lain di provinsi sulawesi tenggara,” paparnya.

Peresmian tiga gedung baru bersandar nasional ini dihadiri oleh Ketua DPRD Wakatobi Hamiruddin, Sekda Wakatobi La Jumadin, Kajari Wakatobi, Ketua Pengadilan Agama Wakatobi, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemda Wakatobi. (B)

Baca:   Pemkot Baubau Ajukan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2020 ke DPRD Kota Baubau

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan