Rumput Laut Buton Dilirik Investor Jepang

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: Google)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Rumput laut yang ada di wilayah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata memiliki daya tarik tersendiri. Baru-baru ini investor asal ‘negara sakura,’ Jepang melirik potensi perikanan dan kelautan yang dibudidayakan di Kecamatan Kapontori itu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Buton, Sudirman mengatakan terkait hal itu pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan investor asal Jepang tersebut di Jakarta. “Alhamdulillah dia (Investor) tertarik dengan rumput laut dari Selat Buton termasuk dengan rumput laut yang dibudidayakan petani di Kapontori,” kata Sudirman melalui sambungan telepon, Selasa (23/1/2018).

Hasil pertemuan itu, lanjut dia, investor tersebut akan menindaklanjuti dengan berkunjung langsung ke tanah Buton sekaligus membawa serta teknisinya pada Februari nanti dengan tujuan memastikan budidaya rumput laut tersebut cocok dengan teknologi mereka atau sebaliknya. 

“Jika nanti menurut mereka cocok, maka akan lakukan kerja sama,” ujarnya.

Dirincikannya, jika kerja sama itu terjalin, investor asal Jepang ini bakal membeli rumput laut dalam bentuk basah mencapai 50 ton per hari. Dan menurut dia, hal itu belum tentu disanggupi petani di Kapontori. Tapi, hal itu bisa dilakukan jika budidaya rumput laut dikembangkan di seluruh selat Buton.

“Yang pasti kalau dengan jumlah itu, petani di Kapontori belum siap, tapi itu bisa kita sanggupi kalau budidaya rumput laut bisa dikembangkan diseluruh selat Buton,” paparnya.

Baca:   Polisi: Bayi di Belakang Kantor PDAM Hasil Hubungan Gelap

Sudirman menambahkan, selama ini petani rumput laut di Kapontori berjumlah ratusan orang. Hasil dari rumput laut tersebut dijual kering ke penampung yang ada di Kota Baubau, Makassar hingga Surabaya. Dan untuk memastikan kualitas rumput laut itu, pihaknya selalu melakukan pendampingan dan memberikan bantuan berupa jangkar, pelampung, bibit, dan tali.

Laporan: La Ode Ali

  • Bagikan