Sambut Idul Fitri dengan Senyuman dan Saling Maaf-Memaafkan

  • Bagikan
Wakil Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur. (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)
Wakil Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur. (Foto: Dok.SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: Momen 1 Syawal 1440 Hijriah seyogyanya dimaknai sebagai hari persaudaraan. Lebaran hendaknya bersifat positif. Jalin silaturahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa, tak hanya kepada keluarga, namun kepada tetangga, teman, dan sesama umat.

Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, tingkat ketakwaan seorang hamba Allah akan meningkat, sehingga kepekaan sosial antar sesama akan meningkat pula di lingkungan sosialnya.

Tali persaudaraan tidak akan terajut secara otomatis, namun harus dengan tindakan nyata yakni silaturahmi. Namun hal tersebut tidak hanya dalam bentuk pertemuan formal seperti Halal bi Halal, tetapi dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, dengan kehangatan jabat tangan dan senyum tulus, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat.

Wakil Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur, mengatakan silaturahmi-pun tak hanya dengan temu langsung saja, karena sekarang permohonan maaf tidak mengenal jarak lagi, sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti MSM, aplikasi WhatsApp, Facebook, atau video call.

Namun demikian, persaudaraan tersebut kalau tidak dirawat dengan kreatif, telaten, dan dedikasi tinggi, rasa persaudaraan akan terkikis. Bahkan ketika dibumbui oleh sentimen primordial atau kepentingan sesaat, rasa persaudaraan akan hilang dan digantikan oleh permusuhan. Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi.

“Semoga dengan adanya rasa persaudaraan yang menjadi lebih erat, khususnya di Kolaka Timur, kedamaian, ketentraman, ketertiban, keadilan, dan kemakmuran sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi cita-cita negara Indonesia dapat tercipta,” ucap Andi Merya Nur, Selasa (4/6/2019).

Baca:   Kasihan, Bayi Ini Menderita Gizi Buruk dan Belum Tersentuh Pemerintah

“Mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini,” sambungnya.

Wabup berharap, momentum Idul Fitri bisa dimanfaatkan dengan saling berkasih sayang, menebar senyuman, serta bermaaf-maafan, agar segala dosa bisa turut berguguran.

“Kita harus wujudkan hari lebaran yang beda dengan tahun tahun sebelumnya karena kita baru saja menggelar pesta demokrasi, Pemilu serentak 17 April lalu. Semoga Allah SWT selalu memberikan pertolongannya kepada kita semua,” ujarnya.

Laporan: Hasrianty
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan