Samsul Bahri Ditetapkan Jadi Bupati Koltim, KPU Minta Masyarakat Jangan Lagi Terkotak-kotak

  • Bagikan
Ketua KPU Koltim, Suprihaty Prawaty Nengtias , menyerahkan SK penetapan hasil pilkada kepada pasangan calon nomor 2.
Ketua KPU Koltim, Suprihaty Prawaty Nengtias , menyerahkan SK penetapan hasil pilkada kepada pasangan calon nomor 2.

SULTRAKINI.COM: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka Timur, Suprihaty Prawaty Nengtias minta kepada pasangan calon yang memenangkan Pilkada di daerah itu agar tidak melakukan euforia berlebihan.

“Kepada pihak yang menang kami himbau jangan beruforia secara berlebihan, dan kepada pihak yang belum dikehendaki Allah untuk menang kiranya dapat bersabar, karena pasti ada hikmah dibalik segala ketentuan Allah SWT,” kata Nengtias pada rapat pleno terbuka dengan agenda penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Timur terpilih, di Koltim, Kamis (21 Januari 2021).

KPU Koltim telah menempatkan Pasangan Calon nomor Urut 2 yaitu H. Samsul Bahri, SH, M.Si dan Hj. Andi Merya, S.IP sebagai pemenang Pilkada yang digelar 9 Desember 2020.

Pasangan calon ini memperoleh 38.409 suara atau 52,06% mengalahkan rivalnya Pasangan Calon Nomor Urut 1 Drs. H. Tony Herbiansah, M.Si dan Drs. H.Baharuddin, M.Si yang meperoleh 34.630 suara atau sekitar 47,04% dari total 73.039 suara sah.

Penetapan pasangan calon tersebut tergolong cepat karena tidak ada pengajuan sengketa perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi, sebagaimana daerah lainnya.

Sebelumnya KPU Koltim juga tercatat sebagai KPU tercepat ke 2 se Indonesia dalam mengumumkan hasil perhitungan suara di aplikasi KPU nasional bernama Sirekap.

“Bahwa jikalau tidak ada pengajuan permohonan sengketa perselisihan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi maka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dilaksanakan setelah terbit BRPK,” kata Nengtias.

Baca:   Jelang HUT Koltim, Lomba Hingga Zikir Akbar Bakal Diadakan

Berakhirnya rangkaian tahapan Pilkada tersebut, KPU Koltim berharap agar mulai sekarang semua pihak dapat melakukan konsolidasi demokrasi.

“Jikalau selama penyelenggaran pilkada ini, masyarakat seolah terkotak-kotak ke dalam beberapa kelompok, maka kini semuanya harus kita lebur kambali. Tak ada lagi kelompok Paslon 1, Kelompok Paslon 2. Semua harus melebur dan bersama-sama kembali merapatkan barisan menuju cita-cita pembangunan Kolaka Timur yang kita cintai,” kata Nengtias.

Di akhir sambutannya Nengtias menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan penyelenggaraan Pilkada sehingga dapat mewujudkan Pilkada damai, bersih, berintegritas dan bermartabat.

Pada Pilkada Koltim, jumlah partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya mencapai 85,34%. Mereka pun tertib dan patuh terhadap protocol covid19 sehingga daerah ini tidak ada cluster pilkada.

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan