Sehatkah Makan Mi dengan Nasi?

  • Bagikan
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Bahkan muncul istilah “tak kenyang jika belum makan nasi”. Lantas apa jadinya kebiasaan sebagian orang Indonesia yang memakan mi instan dengan nasi sebagai pelengkap?

Ari Fahrial Syam selaku dokter penyakit dalam menjelaskan, mi dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat sehingga nilai kalorinya sangat tinggi jika dikonsumsi bersamaan. Jika sering dilakukan, tentu hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan.

  1. Asupan karbohidrat berlebih
    Mi dan nasi adalah makanan yang mengandung karbohidrat. Tidak heran jika setelah mengonsumsi mi dengan nasi, Anda merasa sangat kenyang dan tidak ingin makan lagi. Hal ini bisa menyebabkan defisiensi atau kekurangan zat gizi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ketidakseimbangan zat-zat ini bisa menimbulan malnutrisi yang menyebabkan Anda jatuh sakit.
  2. Mengganggu fungsi pankreas
    Mengonsumsi karbohidrat berlebih bisa mengganggu fungsi pankreas. Pankreas berperan memproduksi hormon insulin. Jika Anda sering mengonsumsi mi dengan nasi, produksi horman insulin dalam tubuh menjadi berlebih dan kondisi ini tidak baik untuk tubuh.
  3. Berisiko terkena penyakit diabetes
    Hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, berperan menciptakan energi dalam tubuh yang dihasilkan dari gula, tapi jika terlalu banyak gula dari karbohidrat, hormon insulin tidak bisa memproduksi semuanya, sehingga sisa hormon insulin ini memicu diabetes.
  4. Perut buncit
    Kondisi ini terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi karbohitdat namun tidak dibarengi dengan olahraga.

Cara makan mi dengan gizi baik

Baca:   Keseringan Mandi Justru Timbulkan Penyakit

Anda tetap bisa mengonsumsi mi dengan sehat tanpa takut kelebihan kalori, yakni dengan menambahakan sayuran segar serta menambahkan protein, seperti telur rebus atau telur goreng atau bisa menambahkan irisan ayam atau daging sapi. (C)

Laporan: Elsa Claudia
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan