Sejumlah Anggota Kadin Terpapar Covid-19, Waketum Minta Tunda Munas

  • Bagikan
Umum Kadin Bidang CSR & Persaingan Usaha, Suryani Motik
Umum Kadin Bidang CSR & Persaingan Usaha, Suryani Motik

Jumlah kasus Covid-19 di Kota Kendari meningkat. Rumah sakit penuh. Sementara di sisi lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin di daerah ini pada 30 Juni 2021. Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik pun minta agar kegiatan yang berpotensi membuat klaster baru ini ditunda. Suryani mengungkapkan banyak wakil ketua hingga anggota Kadin yang telah terpapar Covid-19, termasuk orang-orang di sekeliling mereka.

SULTRAKINI.COM: Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah jumlahnya, mencapai 388 kasus.

Hal itu berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Kendari yang dirilis Minggu (27 Juni 2021) pukul 17.00 WITA.

Lonjakan tinggi terjadi dalam 5 hari terakhir, mulai Rabu, 23 Juni hingga 27 Juni 2021 terjadi kenaikan sebanyak 254 kasus.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kendari sejak 19 Maret 2020 hingga Minggu (27/6/2021) mencapai 5.098 kasus. Namun, 4.648 orang di antaranya telah sembuh dan 62 orang meninggal dunia.

Akibat peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Kendari, membuat 43 tempat tidur di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Provinsi Sultra penuh.

“Tapi hari ini ada 2 pasien akan keluar karena sudah negatif,” jelas Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Bahteramas Masita kepada media, Minggu.

Baca:   241 Mahasiswa FKIP UMK Dikukuhkan menjadi Sarjana

Pihak RSUD Bahteramas akan menambah kapasitas ruang isolasi. Ruangan perawatan kelas 1 pun akan digunakan sebagai ruang isolasi.

Menanggapi meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Kendari, sejumlah sejumlah anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta penyelenggaraan Munas Kadin yang rencananya akan digelar di Kendari pada 30 Juni mendatang agar ditunda.

“Kami semua menginginkan Munas ditunda demi kemanusiaan. Kami tidak ingin Kadin menimbulkan atau membuat klaster baru. Kami tidak ingin sia-sia upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan, termasuk vaksinasi gotong royong, padahal itu sudah diapresiasi dunia luar,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang CSR & Persaingan Usaha, Suryani Motik, dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Minggu (27 Juni 2021).

Suryani mengungkapkan banyak wakil ketua hingga anggota Kadin yang telah terpapar Covid-19, termasuk orang-orang di sekeliling mereka.

Menurut Suryani, bukan hanya dari perwakilan Wakil Ketua Umum Kadin daerah saja yang minta Munas ditunda, melainkan 60% lebih Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin menyatakan agar konvensi dan Munas Kadin ditunda.

“Selain itu banyak wakil ketua umum Kadin di daerah yang melaporkan banyak anggota keluarga di sekeliling mereka terpapar virus Covid-19,” kata Suryani seperti dilansir Investor.id.

Baca:   318 Sekolah di Sultra Masuk Daftar Merah SNMPTN

Sejak pekan lalu, kata Suryani, melihat tren kenaikan paparan Covid-19 langsung berinisiatif minta Ketua Umum dan penyelenggara untuk menunda Munas.

Menurut dia, permintaan penundaan tidak terkait soal kapasitas, melainkan karena dikhawatirkan acara tersebut pasti akan menimbulkan kerumunan. Ia juga bercerita, dibatalkannya acara konvensi ALB di Jakarta pun karena acara tersebut tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan melambungnya kasus COVID-19, terlebih dengan merebaknya varian delta, Suryani meminta agar Munas Kadin di Kendari ditunda hingga kondisi membaik.

“Kalau dilihat dari perkembangan COVID-19, ada keinginan dari ALB maupun daerah untuk menunda Munas tanggal 30 Juni karena kondisi tidak aman untuk keselamatan kita. Meski dibatasi 200-300 orang, tapi ada varian delta, saya sangat concern terhadap ini,” katanya.

Lebih lanjut, Suryani menegaskan, permintaan untuk menunda Munas Kadin tidak terkait soal menang dan kalah calon ketua umum. Ia juga enggan menanggapi komentar soal pemboikotan acara Munas Kadin. Menurutnya, penundaan perlu dilakukan atas dasar kemanusiaan.

“Ini concern kita semua mayoritas yang punya akal sehat. Please tidak usah bicara siapa yang menang atau kalah. Jangan bicara boikot memboikot. Tolong fokus bersama untuk bagaimana menyelamatkan nyawa manusia. Saya kira kita sepakat, kita minta menunda Munas di Kendari karena kondisinya tidak memungkinkan demi kemanusiaan,” pungkas Suryani.

Diketahui, Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kadin akan diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021, bergeser dari rencana awal yang semula akan digelar di Bali pada 2-4 Juni 2021. Selain membahas mengenai kebijakan organisasi, dunia usaha dan perekonomian nasional, Munas Kadin juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia berikutnya untuk periode 2020-2025.

Baca:   Aklamasi, Sabri Manomang Pimpin Kerukunan Tani Sultra

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan