Selain Abrasi, Pesisir Wakatobi Dikepung Sampah Sejak November 2025

Gambar: Tumpukan sampah di pantai Sombu (Foto: Amran Mustar Ode / SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI — Selain persoalan abrasi, kawasan pesisir di Kabupaten Wakatobi kembali dihadapkan pada masalah sampah kiriman. Di Desa Sombu, tumpukan sampah memenuhi garis pantai sejak November 2025 dan hingga kini masih terus berulang.

Kondisi tersebut terlihat jelas di pesisir Desa Sombu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Sulawesi Tenggara. Sepanjang garis pantai tampak dipenuhi sampah yang terbawa arus laut dan gelombang tinggi.

Material yang terdampar didominasi lamun hanyut, plastik kemasan, gabus, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga. Tumpukan sampah itu, mengganggu pemandangan pantai.

Kepala Desa Sombu, La Ndilu, mengungkapkan fenomena ini mulai terjadi sejak November 2025 dan terus berulang, terutama saat angin kencang dan arus laut menguat.

Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat pesisir serta citra pantai sebagai destinasi wisata.

Pemerintah desa bersama warga setempat telah melakukan kerja bakti secara swadaya untuk membersihkan area pantai. Namun, sampah kembali berdatangan hampir setiap hari, khususnya ketika gelombang tinggi.

Masyarakat berharap adanya langkah penanganan yang lebih komprehensif dan terkoordinasi untuk mencegah persoalan serupa terus berulang. Tanpa upaya konkret dan kolaborasi lintas pihak, pesona pantai Wakatobi dikhawatirkan semakin terancam oleh persoalan lingkungan yang tak kunjung terselesaikan.

Laporan: Amran Mustar Ode