Sembilan Daerah di Konawe masih Terisolir Hingga Kini

  • Bagikan
Rapat evaluasi penanganan bencana banjir di Kabupaten Konawe, Jumat (14/6/2019) malam. (Foto: Ulul Azmi/SULTRAKINI.COM)
Rapat evaluasi penanganan bencana banjir di Kabupaten Konawe, Jumat (14/6/2019) malam. (Foto: Ulul Azmi/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Memasuki hari ke empat dari 14 hari masa tanggap darurat, sejumlah instansi Pemerintahan untuk mengevaluasi penanganan bencana banjir. Rapat di posko tanggap darurat bencana Konawe pada Jumat (14/6/2019) malam tersebut, turut membahas daerah terisolir karena banjir.

“Seperti yang dilakukan pada malam ini, kita melakukan evaluasi melihat kegitan-kegitan yang dilaksanakan teman-teman kita di lapangan, evakuasi termasuk mendistribusi logistik, kendala apa yang ditemukan akan kita tindak lanjuti besok (15/6),” jelas Komandan Tanggap Darurat AKBP Muh Nur Akbar.

Penanganan banjir dan longsor di Konawe melibatkan personel TNI-Polri, Basarnas, Pemda, dan relawan dengan total keseluruhan sekitar 900 orang.

Rapat ini juga membahas agenda evakuasi dan pendistribusian logistik kepada masyarakat, terlebih penanganan daerah terisolir di Kecamatan Latoma hingga kini.

Nur Akbar menerangkan, selama tanggap bencana pihaknya masih menemukan kendala, seperti transportasi dan jembatan rusak. Khusus di Kecamatan Latoma dan Kecamatan Asinua penanganan tersebut akan dibantu alat berat dari Dinas PU.

“Khususnya di wilayah Asinua dan Latoma, kita akan geser alat berat dan disepakati tadi nanti Kadis PU yang kerja,” ucapnya.

Di wilayah Latoma terdapat 12 desa dan satu kelurahan. Namun, baru empat desa bisa tembus distribusi logistik menggunakan motor trail dari pihak komunitas.

Baca:   Akses Jalan rusak Pascabanjir, Stok Pangan Kendari Tetap Aman

“Termasuk anggota kita menggunakan motor trail, baru tadi tembus. Adapun delapan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Latoma dalam kondisi terisolir diketahui berada dalam kondisi baik,” terangnya.

Sedangkan akses di Kecamatan Asinua menuju Kecamatan Latoma, tim tanggap darurat segera menurunkan alat berat yakni Loader. Serta ada rencana menggunakan helikopter untuk menembus daerah terisolir.

“Kita sudah ada LO yang mendampingi dari BNPB pusat. Sebagai LO, semua kekurangan di posko ini dalam rangka penanganan bencana banjir dan longsor di Konawe, hasil evaluasi kita, kekurangan kita itu kita coba mengajukan baik di BPBD Provinsi maupun tingkat pusat. Ini sudah ditindaklanjuti dan didukung tim LO di Konawe saat ini,” tambahnya.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan