Sembilan Hari Berlalu, Kasus Penyerangan Rumah Kades Liya Bahari Indah Belum Mendapatkan Titik Terang

  • Bagikan
Dua TV yang rusak akibat penyerangan tersebut beberapa waktu lalu, (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Dua TV yang rusak akibat penyerangan tersebut beberapa waktu lalu, (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sudah sembilan hari berlalu kasus penyerangan rumah Kepala desa (Kades) Liya Bahari Indah, Kecamatan Wangi-wangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi, belum mendapatkan titik terang.

“Kasus tersebut belum mendapatkan titik terang sama sekali karena tidak ada satu orang pun yang melihat kejadian tersebut,” kata Kapolsek Wangsel, Ipda Awal saat di konfirmasi dikantornya, Selasa (27/7/2021).

Sehingga kasus tersebut masih belum ada perkembangan yang signifikan karena masih dalam tahap penyelidikan, dimana belum ada penetapan tersangka.

Bahkan hingga saat ini, penyidik Polsek Wangi-wangi Selatan (Wangsel) baru memeriksa empat orang yaitu, Kades Liya Bahari Indah bersama istri, dan sekretaris desa bersama istri.

“Saat ini keterangan dari saksi yang telah diperiksa belum ada yang menjurus ke siapa pelakunya,” ungkapnya.

Sementara orang-orang yang diduga sebagai pelaku penyerang belum di undang untuk dimintai klarifikasinya.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Pihak penyidik pun sementara waktu menetapkan kasus tersebut hanya sebagai kasus pengerusakan.

“Sementara kita baru buat undangan untuk orang-orang yang dicurigai, agar kami minta klarifikasinya,” paparnya

Sementara itu, Kades Liya Bahari Indah, La Musu Ali Ode meminta pihak polisi bekerja secara profesional agar kasus yang menimpa dirinya dapat segera terungkap siapa pelakunnya.

Baca:   Penjambret di depan Kantor Pos Baubau Ditangkap

Sebelumnya pada Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01:30 Wita dini hari rumah Kades Liya Bahari Indah, Kecamatan Wangsel diserang oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01:00 Wita dini hari. 

Akibat penyerangan tersebut dua TV di rumah Kades rusak. (B)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan