Senangnya Warga Pulau Talaga Raya di Buteng, Akhirnya Nikmati Air Bersih dari Perumdam

  • Bagikan
Bupati Buton Tengah, Samahuddin meresmikan Perumdam Oeno Lia di Talaga Raya. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) menjawab keresahan masyarakat dalam mendapatkan air bersih khususnya di Pulau Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Pasalnya Bupati Buton Tengah, Samahuddin meresmikan Perumdam Oeno Lia di Talaga Raya pada Minggu, 7 November 2021 sebagai layanan menjawab masalah air bersih yang di hadapi masyarakat selama ini.

“Ini menjadi suatu kesyukuran saya, setelah sekian lama akhirnya hari ini betul-betul ada air di Talaga Raya,” ucapnya.

Bupati mengakui mengatasi persoalan air bersih di wilayah terpencil itu hingga ke tahap tersebut bukan perkara mudah. Sebab pihaknya harus berusaha mencari sumber air hingga pemasangan pipa bawah laut yang panjangnya sekitar sembilan kilometer.

Sempat pihaknya mengalami kesulitan bahkan tidak menemukan sumber air bersih di Talaga Raya yang akhirnya harus mengambil sumber air di Kalimbungu, Pulau Kabaena

Sebagai bentuk kesyukuran, warga setempat sudah dua bulan terakhir menikmati sarana air bersih secara gratis. Namun, usai diresmikan Perumdam Oeno Lia, masyarakat selanjutnya melakukan pembayaran mulai Desember 2021. Khusus penggunaan air Perumdam di masjid tetap digratiskan.

“Semua masjid yang ada di Talaga Raya saya gratiskan karena ini untuk kepentingan umum,” jelas Samahuddin.

Dirut Perumdam Oeno Lia, Muhiddin, menjelaskan untuk mengairi air bersih sampai ke Kecamatan Talaga Raya butuh sekitar 13 kilometer sambungan pipa. Sebanyak 3.139 sambungan masuk ke rumah warga, terdiri dari Kecamatan Mawasangka Timur dan Kecamatan Talaga Raya. Proses pengadaan air bersih di wilayah ini menghabiska waktu sekitar empat bulan lamanya.

Baca:   Bapenda Mencatat Pendapatan Pajak dari Samsat Drive Thru Tiap Harinya Mencapai 50 Juta

“Talaga Kecil ke Talaga Besar (pipa bawah laut) tiga kilometer. Dari Talaga Besar ke Kalimbungu enam kilometer (pipa bawah laut), terus Kalimbungu ke sumber air kurang lebih empat kilometer di darat,” terangnya.

Kata Muhiddin, masyarakat Talaga Raya sebelumnya kesulitan mendapat air bersih, bahkan sejumah dari mereka menggunakan air asin atau payau. “Hari ini mungkin air belum begitu lancar, tapi saya percaya Bupati dan Ketua DPR untuk mengatasi hal ini termasuk bagaimana mengatasi ketika kondisi air merah saat hujan,” sambungnya.

Emi Kalsum (36), warga Talaga Raya mengatakan air bersih dari Perumdam sudah dinikmatinya sejak dua bulan terakhir. Kualitas air dari Perumdam berbeda atau lebih baik terlebih digunakan untuk memasak sehari-hari.

“Kalau kita masak sayur kelor daunnya tidak keras, beda dengan air sebelumnya. Yang ini (air PDAM) masak nasi, sayur hasilnya bagus dan lebih enak rasanya,” ujarnya.

Sumber air tersebut sangat membantunya untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, karena sejauh ini sumber air di permukimannya sangat sulit. Misalnya saudaranya yang tinggal di ketinggian kesulitan mendapatkan air bersih. Butuh mengangkut air sendiri untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan