Seorang Kakak Tegur Adik Sering Mabuk-mabukan, Malah Berujung Maut

  • Bagikan
Kapolres Muna AKBP, Debby Asri Nugroho, (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)
Kapolres Muna AKBP, Debby Asri Nugroho, (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA – Diduga karena tidak terima ditegur sering mabuk-mabukan oleh kakaknya SDN alias Cahe (34), Hamsah terpaksa meregang nyawa akibat perkelahian dengan kakaknya sendiri di rumah ayahnya IBR pada Kamis, 28 Oktober 2021 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.30 Wita di rumah sang ayah depan mesjid di Kelurahan Wamponoki, Kabupaten Muna ketika sang kakak hendak pergi memancing ke laut.

Pada saat itu SDN yang akan pergi menuju tempat memancing malah bertemu sang adik Hamsah dalam keadaan mabuk dan menegurnya karena sering mabuk-mabukan. Namun ia tidak terima dengan teguran sang kakak, akhirnya perkelahian antar keduanya terjadi.

Dalam perkelahian itu, SDN yang saat itu membawa sebilah pisau dapur sebagai peralatan memancing, malah menusuk korban (adiknya) hingga tertancap dibagian punggung kiri badan sekitar 7 cm.

Kemudian, sang adik dibawah ke rumah sakit umum Raha, lalu dirujuk ke Baubau Rumah Sakit Palagimata dan menghembuskan nafas terakhir pada, Jumat 29 Oktober 2021 sekira 22.00 Wita.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho menerangkan, bahwa memang ada laporan internal masuk terkait perkelahian saudara kandung yang berujung maut.

“Kejadiannya di rumah orang tua korban sang adik dan pelaku sang kakak. Penyebabnya masih didalami penyidik, guna proses hukum lebih lanjut,” kata Debby, Sabtu (30/10/2021).

Baca:   Kepala Disperindag Muna Tidak Ditahan Meski Statusnya Tersangka

Hingga kini, lanjut dia, terduga pelaku atau kakak korban SDN belum ditemukan dan masih dalam pencarian. (C)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan