Sepekan Lagi Ramadan, Harga Sembako Stabil?

  • Bagikan
Pedagang Pasar Tradisonal Kota Kendari. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Harga sembako di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mendekati Ramadan 2021 terpantau stabil. Seperti di Pasar Tradisonal Baruga, harga dan stok bahan pokokmasih aman terutama cabai.

Arni salah seorang pedagang di Pasar Baruga, mengatakan komoditas cabai dari stok maupun yang masuk di pasar saat ini masih banyak sehingga harga masih tetap stabil. Namun, jika stok berkurang harganya ikut melambung. Misalnya, Maret lalu harga cabai Rp 75 ribu perkilogram ketika stoknya sedikit di pasaran.

“Harga cabai saat ini stabil, cabai merah dan cabai kriting Rp 30 ribu perkilogram dan cabai rawit Rp 55 ribu perkilogram, kecuali pemasukan cabai kurang baru harganya naik,” ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, harga cabai biasanya turun ketika satu hari jelang Ramadan. “Satu hari mau puasa harga tambah cabai turun dan ini masih sama seperti harga kemarin belum ada kenaikkan,” tambahnya.

Sementara komoditas lainnya, misalnya beras, minyak goreng, terigu, gula, bawang putih, bawang merah, dan daging sapi masih stabil.

Di kesempatan berbeda Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara, Siti Saleha, mengatakan kenaikkan harga capai di Kota Kendari dipengaruhi kurangnya stok dari petani.

Baca:   Khusus HUT RI, Menu Makanan dan Minuman di PlazaInn Kendari Hanya Rp 45 Ribu

“Cabai memang satu bulan ini (Maret 2021) ada fluktuatif harga, namun tidak sampai diharga nasional, kita masih diharga 65 sampai 70 ribu perkilogram,” ucapnya, Selasa (23/3/2021).

Kurangnya stok cabai, kata dia, lantaran banyak petani di daerah menjual hasil panennya keluar daerah, seperti Kalimantan dan Surabaya. Kondisi ini dinilai harga jualnya yang tinggi dibandingkan di Kota Kendari. Akibatnya, stok cabai berkurang dan hargapun naik.

Disperindag Sultra juga akan lakukan sidak satu minggu sebelum Ramadan bersama Satgas Pangan dan Tim TPID untuk mengecek secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok. Kemudian akan mengadakan pasar murah.

Kepala KPwBI Sultra, Bimo Epyanto. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

Ditambahkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Bimo Epyanto, awal masuk Ramadan akan terjadi inflasi dan diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan pada 2020.

“Biasanya ini inflasi. Ke depannya ini kami antisipasi dengan harapan jika ada kenaikkan harga tidak terlalu tinggi atau bergejolak. Untuk angka inflasi bulanan susah diprediksinya semoga tidak setinggi tahun lalu,” jelasnya, Jumat (26/3/2021).

Dikatakannya, perjanjian perdagangan antardaerah Kabupaten Muna dan Kota Kendari dalam penyediaan komoditas daging sapi dapat menekan kenaikkan harga dan dapat memenuhi tingginya permintaan jelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Seperti daging sapi di Kota kendari. Langkah-langkah selanjutnya dengan Kota Baubau, yaitu penyediaan komoditas ikan karena dua kota ini sama-sama produksi ikan dan biasanya di Baubau banyak ikan di Kendari sedikit atau sebaliknya, nanti saling bekerja sama. Ini langkah-langkah pastisipasi,” tambahnya. (B)

Baca:   Berbagi di Bulan Ramadan, Salimah Kendari Sambangi Warga Kurang Mampu

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan