Sepuluh Tanaman Ini Mujarab Usir Penyakit

  • Bagikan
Ilustrasi (Foto: Belajar Berkebun)
Ilustrasi (Foto: Belajar Berkebun)

SULTRAKINI.COMGangguan kesehatan tidak selamanya disembuhkan dengan obat-obatan medis. Sejumlah tanaman memiliki khasiat yang dijadikan sebagai obat herbal. Kadang tanaman ini tumbuh di sekitar kita, namun ketidaktahuan seseorang memilih penyembuhan kesehatan tubuh hanya melalui medis.

Penggunaan tanaman herbal sudah ada sejak 2.800 sebelum masehi dari negeri China. Mereka  menggunakan 366 jenis tanaman sebagai obat. Selain China, di beberapa belahan dunia juga mengenal tanaman obat herbal, seperti Yunani dan Eropa Barat.

Di Indonesia sendiri, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan berlangsung ribuan tahun lalu. Pada pertengahan abad ke XVII, seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592-1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637-1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus.

Berikut tanaman-tanaman yang berperan sebagai obat dan menyembuhkan berbagai penyakit.

1. Lidah buaya (Aloe vera)
Tanaman ini digunakan bangsa Samaria sekitar 1875 SM untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bangsa Mesir kuno mengenal khasiat aloevera sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya menyembuhkan berbagai penyakit.

Misalnya, bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan. Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan keampuhan lidah buaya karena tanaman ini mengandung nutrisi cukup baik bagi tubuh manusia.

2. Jambu biji (Psidium guajava)
Daun jambu biji yang dimakan mentah atau yang dibuat jus dipercaya sebagai obat batuk dan flu. Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta membuat saluran pernapasan bebas infeksi. Buah jambu biji juga kaya akan vitamin C dan zat besi yang efektif menghambat infeksi virus flu.

Baca:   BMKG Sultra: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Kandungan astringet dalam jambu biji akan meningkatkan tekstur kulit dan mengencangkan kulit yang mulai kendur. Jambu biji juga mengandung vitamin A, C, dan potasium yang memiliki fungsi antioksidan. Nutrisi ini akan membantu proses detoksifikasi dan menjaga kulit tetap sehat serta bebas keriput.

3. Kelor (Moringa oleifera)
Daun kelor dapat meningkatkan ketahanan tubuh, menyegarkan mata dan otak, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal, memperindah kulit, antioksidan, memudahkan pencernaan, dan sebagainya.

Hal ini dikarenakan kandungan vitamin C daun kelor tujuh kali jeruk, kalsiumnya empat kali susu, vitamin A-nya empat kali dari wortel, proteinnya dua kali lebih tinggi dari susu, dan potasiumnya tiga kali lebih tinggi dari pisang.

4. Daun sirih (Piper betle)
Manfaat daun sirih hijau dapat mengobati nyeri. Daun sirih tinggi akan chavicol yang berfungsi sebagai zat anti inflamasi. Meminum air rebusannya akan membantu meringankan nyeri di dalam tubuh, mengobati sakit tenggorokan. Sifat anti bakteri dan anti-inflamasi pada daun sirih menjadikannya obat alami untuk demam dan sakit tenggorokan.

Manfaat lain daun sirih sebagai obat anti kanker. Mengunyah daun sirih diketahui mampu mencegah dan mengatasi kanker sumsum tulang dan meningkatkan harapan kesembuhan bagi pasien leukemia myeloid kronis. Fakta ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Indian Institute of Chemical Biology (IICB), Institute of Haematology and Transfusion Medicine, Kolkata, dan Piramal Life Sciences, Mumbai.

Baca:   Bahaya Atau Aman? Kode Segitiga di Kemasan Plastik Ini akan Menjawabnya

5. Daun serai (Cymbopogon citratus)
Zat anti mikroba dalam serai membantu fungsi usus dan pencernaan. Mengonsumsi serai secara teratur bisa melawan bakteri buruk dan parasit yang menyebabkan masalah pencernaan, seperti konstipasi, diare, kelebihan gas dalam lambung, menyeimbangkan zat kimia dalam tubuh yang memicu insomnia atau masalah saraf.

6. Seledri (Apium graveolens)
Seledri mengandung mineral penting, seperti kalium yang berperan membantu mengatur tekanan darah, dan mangan yang sangat terlibat dalam pengaturan fungsi otak dan saraf, menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung fitokimia atau dikenal phthalides, yang dapat mengendurkan jaringan otot dalam dinding arteri untuk meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

Sebuah penelitian menyebutkan, seledri mengandung antioksidan bernama luteolin yang dapat meningkatkan daya ingat. Bahan ini juga diduga mengurangi berbagai risiko penyakit akibat proses penuaan, seperti peradangan pada otak dan gangguan ingatan.

7. Cocor bebek (Bryophyllum pinnatum)
Para peneliti Universitas Osaka, Jepang, menyebutkan cocor bebek mengandung senyawa yang sangat efektif memusnahkan sel-sel mutan penyebab kanker (Bryopgikkian A). Tanaman hias satu ini rupanya kaya akan magnesium malat, biofilin, damar, glikosida, tannin, oksalat, dan kalsium. Berkat adanya zat-zat itulah, cocor bebek dapat dimanfaatkan sebagai herbal antiradang.

8. Daun sirsak (Annona muricata L.)
Kanker dараt disеmbuhkаn dеngаn daun sirsak. Hal ini dikаrеnаkаn dаlаm daun sirsak mеngаndung аcеtоgеnin yаng 10.000 kаli lеbih kuаt untuk mеlаwаn sеl kаnkеr. cukup mencari daun sirsak tua segar  10-15 lembar, rebus dan minum airnya, setiap hari. Sаlаh sаtu mаnfааt yаng bisа didараtkаn dаri daun sirsak, yakni mеmbаntu mеnyеmbuhkаn аsаm urаt. Hаl ini kаrеnа di dаlаm daun sirsak terkandung аnnоcаtаlin, аcеtоgеnin, аnnоmuricin, аsаm gеntisic, аsаm linоlеаt sеrtа cаclоurin yаng sаngаt аmрuh mеngоbаti аsаm urаt.

Baca:   Limbah Sekam PP Maju Jaya Tertumpuk di Tepi Jalan, Peradi Sultra: Laporkan ke Pihak Berwajib

9. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)
Daun kumis kucing mengandung zat alkaloid, lavonoid, zat samak, minyak atsiri, saponin, sapofonin, sinensetin, mioinositol, dan kalium yang dapat mengobati batu ginjal. Caranya, sediakan 20 lembar daun kumis kucing dan lima lembar daun keji beling, rebus dengan dua gelas air. Diamkan dalam keadaan mendidih beberapa saat dan biarkan sampai air rebusan sedikit dingin. Minum ramuan tersebut dua kali sehari sampai rasa nyeri atau batu ginjal hilang.

10. Daun salam (Syzygium polyanthum)
kandungan etanol dalam daun salam berfungsi antibakteri dan antijamur. Sebagai obat anticacing, karena di dalam daun salam terkandung Metanol yang berkhasiat sebagai anticacing. Mengatasi migrain, karena mengandung partenolida yang baik untuk migrain.

Anda yang ingin mendapatkan manfaat daun salam untuk diet juga bisa mencoba resep berikut. Rebus satu liter air dengan satu sendok makan kayu manis bubuk, enam lembar daun salam, dan satu sendok makan madu murni. Minum air rebusan ini di pagi hari saat perut masih kosong.

Selain itu beberapa zat di dalam daun salam diketahui berkhasiat melawan beberapa jenis kanker. Zat-zat tersebut antara lain caffeic, eugenol, catechin, dan quercetin.

Sumber: Detik.com, Kompas.com dan CNN indonesia

Penulis: Hariati

  • Bagikan