Siaran TV Analog Dihentikan Secara Bertahap, Baubau Dijadwalkan Agustus 2022

  • Bagikan
Menkominfo RI, Johnny G Plate. (Dok. Humas Kominfo)

SULTRAKINI.COM: Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi akan menghentian siaran TV Analog dan menggunakan TV Digital atau Analog Switch Off (ASO) untuk tahap 2 dan 3 yang dijadwalkan pada 25 Agustus dan 2 November 2022.

Menkominfo RI, Johnny G Plate, mengatakan siaran TV Analog ke TV Digital untuk tahap pertama pada 30 April 2022 berlangsung di beberapa daerah termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara, di antaranya Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

loker wartawan sultrakini

Sementara penghentian siaran TV Analog ke TV Digital di Kota Baubau dan beberapa daerah lainnya, seperti Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Buton Tengah dijadwalkan pada 25 Agustus 2022.

Johnny mengatakan, untuk mempersiapkan ASO tahap 2 kepada 110 kabupaten/kota di Indonesia, pihaknya masih perlu membangun 32 infrastruktur multipleksing. Di mana Kominfo dan LPP TVRI mengambil alih tugas pembangunan infrastruktur multipleksing yang diperlukan untuk tahap 2 dan 3 implementasi ASO, agar tahap 2 dan tahap 3 ASO berjalan baik.

“TVRI akan menyelesaikan pembangunan 17 infrastruktur dan Kominfo 15 infrastruktur multipleksing,” jelasnya dilansir dari Kominfo, Rabu (1 Juni 2022).

Pemerintah bersama LPP TVRI dan LPS, kata Johnny, akan melakukan koordinasi intensif dan membentuk satuan tugas untuk mengawasi seluruh proses pengakhiran siaran TV analog.

Baca:   Tetap UNBK, SMPS Nusantara Bergabung di SMPN 19 Kendari

Tim pengawas tersebut juga akan melakukan pemantauan terhadap proses distribusi bantuan set top box sebagai alat yang akan dipakai pada TV Digital kepada masyarakat kurang mampu.

Pendampingan dan informasi untuk masyarakat yang membutuhkan panduan teknis menyiapkan perangkat televisi juga akan dilakukan, sehingga bisa menerima siaran digital.

“Masyarakat bisa mengakses media sosial dan telepon 159,” tambah Menteri Johnny. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

loker marketing sultrakini
  • Bagikan