Soal Mutasi Guru, Kadis Dikbud Muna Bersedia Mengikuti RDP di DPRD Bila Diundang

  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Ashar Dulu, (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna, Ashar Dulu, (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbut) Kabupaten Muna, Ashar Dulu menegaskan siap mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan diselenggarakan Komisi III DPRD Muna setelah menerima aduan ratusan guru yang menjadi korban Mutasi.

Sebelum ini, ratusan guru yang di mutasi mengadu ke DPRD Muna pada Selasa, 23 Maret 2021 kemarin, akhirnya DPRD Muna komisi III berencana akan memanggil Dikbut Muna dalam RDP yang bakal digelar pada Kamis, esok.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Kabupaten Muna, Ashar Dulu, menanggapi hal itu, ia bersedia hadir dalam pertemuan RDP dan akan menerangkan seluruh proses yang dilakukan dalam mutasi dalam rapat RDP dewan, jika dipanggil.

“Berkaitan dengan guru yang di Mutasi, jika diundang untuk RDP, saya siap akan hadir. Insyaallah kami akan jelaskan alasan dan dasar dilakukan mutasi,” kata Ashar Dulu, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, dalam hal mutasi ratusan guru oleh BKPSDM, sudah sesui dengan aturan yang berlaku.

“Aturan yang dipakai dalam mutasi kemarin, menurut kajian kami, tidak ada yang dilanggar,” ucapnya.

Dia menerangkan, pada prinsipnya Diknas akan menjaga kondusifitas proses belajar yang ada disekolah.

“Karena SK sudah keluar dari BKD, maka kita wajib untuk mengawal SK tersebut, yang bersangkutan harus melaksanakan tugas sesuai dengan tugas yang diberikan. Kita hanya sebatas mengawal SK disekolah akibat dari mutasi itu. Kita akan menyempurnakan dan menyesuaikan data di Data Podik Pendidikan. Bila data Podik tidak bersesuaian, maka yang rugi mereka sendiri, akan tetapi tidak sampai pada pencabutan sertifikasi,” terangnya.

Baca:   Dokumen LKPJ 2019 Pemda Muna Diterima DPRD, Namun Belum Resmi

Ia menyampaikan, bahwa mutasi guru yang kemarin, itu hanya sebahagian kecil dari jumlah guru dan dimutasi masih kerja di wilayah Kabupaten Muna.

“Data guru yang di mutasi 222 orang dari tiga ribuan guru, tidak sampai 10 persen. Mereka di mutasi masih dalam wilayah Muna, itu sah sah saja,” cetusnya. (C)

(Baca juga: Ratusan Guru Korban Mutasi di Muna, Mengadu ke DPRD)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan