Sorgum Pikat Pengunjung Stan Pemda Koltim

  • Bagikan
Kepala Dinas Pangan Koltim Idarwati bersama Kominfo Batam memegang tanaman Sorgum di stan Pemda Koltim. (Foto: Hasrianti/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara memamerkan produk olahan Sorgum di pameran Hari Pers Nasional (HPN) di alun-alun MTQ Kota Kendari. Varietas Bioguma ini ternyata disukai para pengunjung.

Kepala Dinas Pangan Koltim, Idarwati, mengatakan produk Sorgum dipamerkan di stan Pemda Koltim. Pengunjung terpikat dengan olahan ini baik membeli buahnya yang belum diolah maupun dalam bentuk makanan, seperti roti, kue, keripik.

“Daunnya (Sorgum) dapat jadi pakan ternak, tangkai buah dapat dijadikan olahan kerajinan tangan yang cantik jika sudah dirontokan,” katanya, Rabu (9 Februari 2022).

Idarwati menambahkan, tanaman Sorgum masuk di Kabupaten Koltim pada 2019 dan dikembangkan di Kecamatan Lalolae dan Tinondo.

Wilayah Koltim menjadi titik penangkaran benih Sorgum untuk Provinsi Sultra yang ditetapkan Kementerian Pangan dan Pertanian.

“Pabrik pengolahannya sudah ada. Kami pun mengirim hasil panen Sorgum di daerah lain, seperti Bali sebanyak 10 ton,” jelasnya.

Untuk diolah menjadi makanan, buah Sorgum harus direndam selama 12 jam agar zat oksidannya yang bisa merusak kesehatan terbuang.

Biji tanaman asli tropis daratan Ethiopia, Afrika Timur ini juga dijadikan pakan ternak dan bahan dasar energi biodiesel. Pohon Sorgum menyerupai jagung, namun ukuran dan bentuk bijinya seperti ketumbar. Umur Sorgum tiga bulan sudah bisa panen

Baca:   Plt Bupati Koltim Ajak Perangkatnya Bersihkan Lingkungan Ibukota Kabupaten

Tanaman Sorgum kini sebagai makanan pokok untuk diet karena tinggi serat dan memiliki kandungan berupa tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada sumber karbohidrat biasa.

Adapun kandungan Sorgum, yaitu kalori (kal) 332, protein 11 gram, lemak 3,30 gram, karbohidrat 73 gram, air 11,20 persen, serat 2,30 persen, kalsium 28 miligram, fosfor 287 miligram, zat besi 4,40 miligram. (B)

Laporan: Hasrianti
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan