Stikes Karya Kesehatan Kendari Terapkan Gerakan Larvitrap dan Ovitrap di Tiga Kelurahan

  • Bagikan
Stikes Kesehatan Kendari terapkan gerakan larvitrap dan ovitrap di lingkungan masyarakat. (Foto: Stikes Karya Kesehatan Kendari/SULTRAKINI.COM)
Stikes Kesehatan Kendari terapkan gerakan larvitrap dan ovitrap di lingkungan masyarakat. (Foto: Stikes Karya Kesehatan Kendari/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pasca-Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek meluncurkan gerakan 10.000 larvitrap dan ovitrap, Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Karya Kesehatan Kendari langsung menerapkan hal tersebut di lingkungan masyarakat. Kampus kesehatan ini menerapkan larvitrap dan ovitrap pada tiga kelurahan yang akan dimonitoring selama 20 hari.

(Baca: Libatkan Kampus, Lavitrap dan Ovitrap di Kendari jadi Percontohan)

Pembantu Ketua I Stikes Kesehatan Kendari, Tahiruddin, mengatakan tiga kelurahan sasaran penerapan larvitrap dan ovitrap adalah Abeli, Wawowanggu, dan Kadia. Ada 73 orang mahasiswa dari jurusan gizi dan keperawatan dilibatkan dalam gerakan tersebut.

“Setiap satu mahasiswa akan memasang dan mengawasi larvitrap dan ovitrap pada empat rumah. Setiap rumah dipasangkan empat larvitrap dan ovitrap. Dengan demikian, setiap mahasiswa wajib membuat 16 larvitrap dan ovitrap,” jelas Tahiruddin, Sabtu, (30/3/2019).

Stikes Kesehatan Kendari terapkan larvitrap dan ovitrap di lingkungan masyarakat. (Foto: Stikes Karya Kesehatan Kendari/SULTRAKINI.COM)
Stikes Kesehatan Kendari terapkan gerakan larvitrap dan ovitrap di lingkungan masyarakat. (Foto: Stikes Karya Kesehatan Kendari/SULTRAKINI.COM)

Selain mahasiswa, sejumlah dosen tetap Stikes Karya Kesehatan Kendari juga terlibat dalam gerakan yang merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Hal ini merupakan bentuk dukungan kami dalam mensukseskan gerakan 10.000 larvitrap dan ovitrap,” ucapnya.

Dia menerangkan, sebagai kampus kesehatan pihaknya sangat mendukung program yang diharapkan dapat memutus mata rantai demam berdarah dengue. Apalagi hal ini langkah nyata dari kerja sama Dinas Kesehatan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk menurunkan kasus DBD.

Baca:   Politeknik Bina Husada dan Stikes Karya Kesehatan Monev Internal 14 Judul Penelitian Dosen

“Kami berharap program ini berhasil sesuai yang diharapkan,” tambahnya. (Adv)

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan