SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara kembali mencatat sejarah baru. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pelita Ibu resmi bertransformasi menjadi Universitas Pelita Ibu yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) alih bentuk serta pelantikan rektor dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kendari, Sabtu (13/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., menyerahkan SK perubahan bentuk perguruan tinggi sekaligus melantik Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim, SST, MS, M.Kes sebagai Rektor Universitas Pelita Ibu.
Perubahan status kelembagaan itu menjadi tonggak baru dalam perjalanan Yayasan Pelita Ibu yang telah mengembangkan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara selama lebih dari dua dekade. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., bersama Sekretaris Yayasan Universitas Pelita Ibu serta jajaran akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah, dan mitra pendidikan.
Dalam sambutannya, Rosmawati menjelaskan perjalanan panjang institusi tersebut bermula dari berdirinya Yayasan Pelita Ibu pada tahun 2005. Pada tahun yang sama, yayasan mendirikan Akademi Kebidanan Pelita Ibu Kendari sebagai langkah awal menghadirkan pendidikan kesehatan berkualitas di Sulawesi Tenggara.
Seiring perkembangan waktu, Akademi Kebidanan Pelita Ibu terus tumbuh hingga bertransformasi menjadi STIKES Pelita Ibu pada 2019. Perubahan itu membuka peluang lebih luas dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Menurut Rosmawati, keberhasilan menjadi universitas merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika, dukungan yayasan, pemerintah, serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Atas nama pimpinan Universitas Pelita Ibu, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang telah menerbitkan keputusan perubahan bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara yang selama ini memberikan pembinaan, pendampingan, dan dukungan dalam setiap tahapan pengembangan institusi. Menurutnya, perjalanan menuju universitas tidak akan tercapai tanpa kepercayaan dan bimbingan dari berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, Rosmawati mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan Yayasan Pelita Ibu untuk memimpin Universitas Pelita Ibu sebagai rektor pertama pasca alih bentuk. Ia menegaskan akan melanjutkan perjuangan para pendiri dan seluruh pihak yang telah membesarkan institusi tersebut sejak awal berdiri.
“Transformasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Universitas Pelita Ibu sendiri mengusung visi menjadi universitas terdepan dan inovatif yang memperkuat nilai-nilai Pancasila dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal pesisir serta kepulauan untuk membangun sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Ke depan, kampus tersebut berkomitmen memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, Universitas Pelita Ibu menargetkan lahirnya lulusan yang kompeten, berkarakter, inovatif, dan mampu bersaing secara global. Pengembangan ilmu kesehatan, kewirausahaan, hukum bisnis, manajemen, serta inovasi berbasis kearifan lokal pesisir dan kepulauan juga menjadi fokus utama pengembangan kampus.
Menutup sambutannya, Rosmawati mengajak seluruh keluarga besar Universitas Pelita Ibu menjadikan momentum alih bentuk tersebut sebagai titik awal untuk bekerja lebih keras, memperluas inovasi, dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Laporan: Andi Mahfud










