Stok Vaksin di Sultra Menipis, Target Vaksinasi Tidak Terpenuhi

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Stok vaksin Covid-19 yang ada di Sulawesi Tenggara saat ini kondisinya dalam keadaan menipis dan tak cukup memenuhi target vaksinasi. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Sultra, Muh Ridwan, mengatakan kekurangan tersebut disebabkan jumlah vaksin yang dibutuhkan oleh daerah tak seimbang dengan apa yang dikirimkan oleh pemerintah pusat. 

“Ya harus diakui saat ini ketersediaan vaksin untuk Sultra tak mencukupi dengan yang telah ditargetkan,” ucapnya saat ditemui di gedung penyimpanan vaksinasi Dinkes Sultra, Rabu (28/7/2021). 

Sambungnya, namun dengan stok atau ketersediaan vaksin yang kurang saat ini kedepan dalam bulan- bulan berikutnya baru dapat tercukupi. 

“Walau memang saat ini stoknya masih kurang, namun semoga kedepan dapat dipastikan ketersediaan itu mencukupi sesuai dengan target vaksinasi,” ujarnya. 

Dia menyampaikan bahwa melakukan vaksin merupakan salah satu bentuk perlindungan dari pandemi Covid-19 saat ini. Dengan dua kali melakukan vaksinasi serta bertujuan untuk melindungi individu, keluarga, serta masyarakat yang jumlahnya lebih besar. 

“Vaksin tahap pertama melindungi orang sampai 60 persen. Setelah vaksinasi kedua maka terlindungilah sampai 94 persen, tidak sampai seratus persen,” bebernya. 

Berdasarkan data terakhir pada 23 Juli 2021 stok vaksinasi jenis Sinovac berjumlah 1.880 vial terbagi ke TNI/Polri dan Dinkes di kabupaten dan kota se- Sultra. 

Baca:   2019 Ekonomi Sultra Diperkirakan Tumbuh hingga 7,2 Persen

Diketahui, vial merupakan botol kecil yang umumnya terbuat dari kaca dan plastik yang berguna untuk penyimpanan vaksin. Serta satu vial dapat digunakan untuk 10 orang. 

Datanya sebaran stok vaksin di Sultra, sebagai berikut : 

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Wilayah Kerja Polri 
1. RS Bhayangkara Kendari: 20 vial 
2. Sat Brimob Polda Sultra: 30 vial 
3. Polres Kendari: 100 vial 
4. Polres Konawe: 20 vial 
5. Polres Konsel: 20 vial 
6. Polres Muna: 20 vial 
7. Polres Buton: 10 vial
8. Polres Butur: 10 vial
9. Polres Konut: 10 vial 
10. polres Kolaka: 20 vial 
11. Polres Bombana: 100 vial 
12. Polres Baubau: 100 vial 
13. Polres Kolut: 100 vial 
14. Polres Wakatobi: 10 vial 
Total jumlah: 570 vial 

Wilayah Kerja TNI 

1. Kodim Kolaka: 150 vial 
2. Kodim Buton Bau-Bau: 50 vial 
3. Kodim Muna: 100 vial 
4. Kodin Kendari: 250 vial 
5. Kodim Butur: 20 vial 
Total Jumlah: 570 vial 

Alokasi M3 Dinkes 

1. Kolaka: 100 vial 
2. Bombana: 50 vial 
3. Konut: 30 vial 
4. Konkep: 20 vial 
5. Butur: 40 vial 
6. Wakatobi: 30 vial 
7. Kendari: 20 Vial 
8. Koltim: 40 
9. Muna: 40 vial 
10. Mubar: 30 vial 
11. Busel: 30 vial 
12. Buton: 30 vial 
13. Bau-Bau: 110 vial 
14. Kolut: 40 vial
15. Konawe: 40 vial 
16. Konsel: 40 vial 
17. Buteng: 30 vial, dan
18. BIN: 10 vial 
Total Jumlah : 740 vial. 

Baca:   Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Sultra Menurun Selama Pandemi

Sebagai tambahan, Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungannya di Sultra beberapa waktu lalu mengajak pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap target pemberian satu juta vaksin per hari di bulan Juli ini. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan selepas meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kota Kendari. 

“Kita memang harus mengejar target untuk bulan Juli satu juta per hari dan nanti bulan Agustus menjadi dua juta per hari. Semua kabupaten harus memberikan dukungan dengan jumlah yang sebanyak-banyaknya sehingga target itu bisa kita lampaui karena kita memang harus mengejar angka-angka yang sudah kita kalkulasi,” ucap Presiden, kala itu. (B)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamri
n

  • Bagikan