Strategi Bombana Tekan Inflasi dan Stunting: Rakor Kepala Daerah Sultra Bersama Mendagri

  • Bagikan
Mendagri didampingi Pj Gubernur Sultra foto bersama para bupati dan wali kota se Sultra usai acara rakor di Kendari. Foto: IST
Mendagri didampingi Pj Gubernur Sultra foto bersama para bupati dan wali kota se Sultra usai acara rakor di Kendari. Foto: IST

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Penjabat Bupati Bombana, Ir H Burhanuddin MSi, bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah Sulawesi Tenggara di Hotel Claro Kendari, Jumat.

Rakor ini diikuti oleh semua Kepala Daerah di Sulawesi Tenggara. Fokus diskusi adalah koordinasi penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu 2024.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, turut mendampingi Mendagri. Beberapa isu nasional prioritas pemerintah menjadi agenda pembahasan.

Diantara isu yang dibahas adalah pertumbuhan ekonomi, penanganan inflasi, penurunan angka prevalensi stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan pelaksanaan Pemilu serta Pilkada serentak 2024.

Pj Bupati Bombana, Burhanuddin, menyampaikan program Bombana dalam menekan angka inflasi, seperti “one village one product”, “satu OPD satu hektar”, dan program “menata kota memberdayakan desa”.

“Program-program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga,” ujar Burhanuddin.

Kabupaten Bombana meraih nominasi penurunan angka inflasi terbaik di Sulawesi Tenggara bersama Kabupaten Muna Barat. Penghargaan tersebut diserahkan di Istana Negara dan diterima langsung oleh Burhanuddin.

Terkait stunting, Kabupaten Bombana menggandeng Tim Penggerak PKK. TP PKK Bombana punya inisiatif Gerobak Dashat di berbagai Posyandu.

“Saya dan Ibu PKK menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting,” tambah Burhanuddin.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga kondisi sosial ekonomi Sultra. Ia meminta Kepala Daerah melakukan operasi pasar dan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) minimal dua minggu sekali.

Mendagri juga mengingatkan soal peningkatan prevalensi stunting di beberapa daerah. Ia menyoroti dampak El-Nino yang bisa menaikkan harga pangan, terutama beras.

“Kondisi ini bisa meningkatkan kemiskinan ekstrem di Sultra. Harapannya, kepala daerah berinovasi untuk menurunkan angka kemiskinan,” pungkas Mendagri.

Laporan: Shen Keanu

  • Bagikan
Exit mobile version