Sumatera Selatan jadi Kwarda Tergiat Nasional

  • Bagikan
Kemenpora saat menyerahkan penghargaan terhadap Kwarda terbaik, baik tingkat wilayah maupun nasional, Rabu (26/9/2018). (Foto: Istimewa)
Kemenpora saat menyerahkan penghargaan terhadap Kwarda terbaik, baik tingkat wilayah maupun nasional, Rabu (26/9/2018). (Foto: Istimewa)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hasil penilaian terhadap kwartir tergiat yang diberikan melalui musyawarah nasional (Munas) menetapkan kwartir daerah Sumatera selatan sebagai Kwarda tergiat tingkat nasional. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada semua Kwarda di Indonesia agar lebih dan aktif melaksanakan kegiatan pramuka.

Ketua Panitia Munas Pramuka Pusat, Kodrat Pramudho menuturkan, penghargaan Kwarda tingkat nasional pertama Sumatera Selatan, kedua, Lampung dan ketiga, Jawa Tengah. Sementara untuk perwilayah, wilayah I Sumatera, Kwarda Sumatera Selatan, dan wilayah II Jawa diraih, Jawa Tengah.

“Kemudian wilayah III Bali dan Nusa Tenggara diraih kwarda Bali, wilayah IV Kalimantan oleh Kalimantan Tengah. Setelah itu wilayah V Sulawesi diraih kwarda Gorontalo dan wilayah VI Maluku dan Papua oleh Maluku,” ungkapnya.

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum itu menjelaskan, memang penilaian terhadap Kwarda tergiat dilakukan setiap lima tahun. Kemudian hasilnya diumumkan dalam pelaksanaan Munas sekaligus mereka yang dinyatakan sebagai Kwarda tergiat diberikan penghargaan.

“Untuk penilaian Kwarda tergiat, kita laksanakan dalam bentuk yakni penilaian per wilayah dan tingkat nasional. Kita lakukan penilaian per wilayah karena Indonesia tidak bisa disamaratakan antara Jawa dengan Papua. Olehnya itu penghargaannya juga diberikan untuk Kwarda tergiat wilayah dan nasional,” jelasnya, Rabu (26/09/2018).

Baca:   Empat Calon Siap jadi Ketua Kwarnas

Untuk penilaian ada banyak variabel yang mesti diperhatikan, diantaranya keaktifan bina muda, bina dewasa, aspek manajemen. Namun poin penilaian tertinggi adalah pembinaan pramuka siaga, penggalang, penegak, dan pandega. “Kita memiliki instrumen untuk menilai hal ini,” tutupnya.

Laporan: M Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan