Survei JSI: Dukungan ke Asrun-Hugua Naik, AMAN Masih Unggul

  • Bagikan
Direktur JSI, Popon Lingga (kiri) memaparkan hasil survei Cagub-Cawagub Sultra pada Juni 2018. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)
Direktur JSI, Popon Lingga (kiri) memaparkan hasil survei Cagub-Cawagub Sultra pada Juni 2018. (Foto: Gugus Suryaman/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil surveinya pada Jumat (22/6/2018), bertempat di salah satu hotel di Kendari. Survei dilakukan secara cepat (quick survey) dengan melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak pada tanggal 7-9 Juni 2018. Para responden diberi 50 pertanyaan, yang salah satunya menanyakan Paslon yang dipilih jika Pilkada dilakukan pada saat itu juga.

Sebelumnya, JSI pernah melakukan survei pada April 2018 lalu. Disandingkan dengan hasil survei pada Juni ini, hasilnya Pasangan Cagub dan Cawagub Sultra nomor urut 2 Asrun-Hugua naik dari 14,3 persen menjadi 17,1 persen. Sedangkan dukungan terhadap Paslon nomor 1 dan 3 cenderung menurun.

Namun demikian, Paslon Ali Mazi-Lukman Abunawas masih unggul dengan dukungan 47,6 persen dari sebelumnya 48,9 persen. Sedangkan Paslon Rusda Mahmud-Sjafei Kahar yang pada April lalu mendapat dukungan 21,6 persen, Juni ini tinggal 16,1 persen hasil surveinya.

Direktur JSI, Popon Lingga, menjelaskan, perubahan dukungan responden itu dipengaruhi isu politik yang cukup signifikan terjadi belakangan ini. Dukungan terhadap Asrun-Hugua misalnya, kenaikannya disebabkan mobilisasi isu akan kembalinya Asrun dalam kontestasi Pilkada 27 Juni mendatang. “Asrun diisukan akan bebas dari proses hukum di KPK,” urai Popon.

Baca:   Lima Paslon Umbar Janji di Panggung Debat Publik Pilwali Baubau

Sedangkan penurunan dukungan terhadap Rusda-Sjafei dipengaruhi isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat, yang merupakan putra Cawagub Sjafei Kahar. Meskipun isu tersebut tak semasif dan sepanas OTT KPK terhadap Asrun dan putranya.

“Dukungan terjadap Ali Mazi dan Lukman Abunawas cenderung stabil,” kata pria yang mengaku konsultan politik Ali Mazi ini.

JSI mengklaim margin of error sebesar 3,5 persen dengan selang kepercayaan 95 persen.

Fakta menarik yang ditemukan JSI dalam surveinya, pemilih gamang jumlahnya hampir 20 persen, cukup besar dibanding hasil survei pada April lalu yang hanya 15,2 persen. Dalam survei kali ini, 13,3 persen belum menentukan pilihan, dan 5,9 persen tidak menjawab.

Dari hasil surveinya juga, JSI menemukan pendukung kuat Paslon Aman (Ali Mazi-Lukman) sebesar 37,9 persen, Asrun-Hugua 12,3 persen, Rusda-Sjafei 13,7 persen.

Meski begitu, jumlah pendukung yang kemungkinan besar berubah pilihan juga cukup banyak, yakni 17 persen yang terbagi 9,7 persen pada Paslon nomor 1, hanya 4,9 persen pada Paslon nomor urut 2, dan 2,4 persen pada Paslon 3.

“Swing voter cukup tinggi dugaan saya dipengaruhi oleh nuansa Pilkada yang tidak terlalu massif seperti di Jawa Barat, yang mana alat peraga kampanyenya bertebaran bebas. Kemudian dua kasus besar yaitu OTT cukup mempengaruhi psikologi pemilih,” kata Popon.

Baca:   Asrun-Hugua Bantah Lakukan Pembohongan Publik Terkait Logo Dua Partai

Dia tidak memungkiri, pemilih di banyak wilayah cukup dipengaruhi pilihan tokoh di daerahnya. Dalam hal ini, kepala daerah yang bersangkutan menjadi endorser bagi kandidat tertentu.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan