Taekwondo Sultra: Semakin Banyak Pemegang Sabuk Hitam, Juga Pengaruhi Prestasi Atlet

  • Bagikan
Atlet Taekwondo Sultra sedang ujian penaikkan sabuk hitam. (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Total 52 orang atlet taekwondo di Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti ujian kenaikkan tingkat sabuk hitam, Minggu (20/6/2021). Menurut Ketua Umum Pengprov TI Sultra, Deddy Muskar, banyak manfaat dari ujian tersebut, misalnya meningkatkan prestasi atlet di “Bumi Anoa” tersebut.

Ujian kenaikkan tingkat sabuk taekhwondo berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari. Sementara pengujinya didatangkan dari pengurus pusat, yaitu Haris Kuswayudi dengan gelar DAN 7 Kukkiwon.

Ketua Umum Pengprov TI Sultra, Deddy Muskar, menerangkan atlet mengikuti ujian jurus, teknik sparring hingga kyokpa pemecahan. Ujian ini hanya diadakan setahun sekali. Namun ujian sempat ditiadakan pada 2020 mengingat adanyak Covid-19.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Ia menilai, banyak manfaat didapatkan dari ujian kenaikkan sabuk hitam tersebut. Misalnya, syarat pelatih di tingkat nasional harus atlet sabuk hitam dan wasit serta penguji nasional juga bergelar sabuk hitam.

“Harapannya tentu pasti ada peningkatan sumber daya baik untuk penguji maupun teman-teman. Semakin banyak pemegang sabuk hitam di Sulawesi Tenggara pasti akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi Sultra khusus taekwondo,” ucapnya.

Perlu diketahui, dari cabang olahraga Taekwondo, Sultra hanya meloloskan satu orang atlet putri kategori under 73 kg menuju Pekan Olahraga Nasional di Papua. (C)

Baca:   Kasus Positif Corona di Sultra Menjadi 5, Ini Detailnya

Laporan: Al Iksan
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan