Tahapan dan Pentingnya Desain Produk Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif

  • Bagikan
Peserta dan narasumber kegiatan workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif Kabupaten Konawe Selatan. (Foto: Ali Rashid/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: Desain produk untuk mengembangkan usaha kuliner merupakan salah satu hal penting dilakukan dalam hal produk ekonomi kreatif. Desain produk ini pun secara sederhana dapat diterapkan dengan tiga prinsip, yakni pertama mempunya filosofi yang bisa digunakan secara gampang, kedua praktis dalam artian hemat energi dan ketiga haruslah modern dari sisi warna misalnya.

Hal itu dikemukakan La Ode Saiful Rachman, seorang chef dan content creator, pada kegiatan Workshop Pengembangan Desain Produk Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Lulopedia di Andoolo, Konawe Selatan, Jumat (24 Juni 2022).

Workshop diikuti 50 pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Konawe Selatan, selama tiga hari (23-25 Juni 2022), menghadirkan tiga narasumber terdiri dari dua narasumber lokal dan satu narasumber nasional.

Menurut La Ode Saiful, selain desain produk, hal lain yang perlu diperhatikan dalam usaha kuliner adalah kualitas. Kualitas ini berlaku untuk semua jenis bisnis, dimana kualitas ini akan dinilai oleh konsumen.

Hal lain yang dapat menarik konsumen adalah varian produk yang tidak membosankan dan akan membuat penasaran konsumen. Dua hal lain yang sangat penting adalah merek (brand) dan packaging. La Ode Saiful memberi tips untuk pemberian nama pada merek suatu produk sebaiknya gampang diingat dengan pilihan warna dan logo yang konsisten.

Baca:   Plt. Gubernur Sultra, Buka Kampung Tenun

Sedangkan untuk packaging penting karena akan menunjukkan kualitas produk dan merupakan identitas diri dari suatu produk yang akan dipasarkan.

La Ode Saiful yang pernah menjadi dijuara 1 Indonesia chef expo Surabaya kategori online video kreasi kuliner nusantara 2017, menjelaskan ukuran produk juga sangat mempengaruhi konsumen dalam membeli produk dan tentunya ditambah dengan pelayanan yang baik dari semua aspek, seperti kemampuan dalam menjelaskan tentang produk tersebut.

Peserta dan narasumber kegiatan workshop pengembangan desain produk ekonomi kreatif Kabupaten Konawe Selatan. (Foto: Ali Rashid/SULTRAKINI.COM)

Sementara itu narasumber lain, M Arief Budiman selaku Sekretaris Indonesia Creative Cities Network–ICCN menjelaskan langkah-langkah sebelum mendesain produk perlu melakukan lima hal.

Pertama adalah riset user (pengguna). “Sebelum mendesain produk, maka perlu mengetahui solusi apa yang dibutuhkan oleh user. Kita harus memahami motivasi, aspirasi dan tujuan yang dicapai oleh user. Untuk mencapai hasil riset terbaik, kita bekerja sama dengan Product Manager, UX Researcher, Product Insight dan stakeholder lainnya untuk menentukan target user, masalah yang mereka hadapi dan KPI yang ingin dicapai dari produk yang akan dibuat,” katanya.

Kedua, prototype dan desain. Mulai melakukan desain produk dalam bentuk draft. Dan dengan tools desain, kita membuat prototype desain. Dalam proses prototyping ini, kita akan menguji desain secara visual dan bagaimana interaksinya dengan pengguna. Selain interaksi yang baik dengan pengguna, prototype ini juga perlu mengikuti prinsip desain.

Baca:   Wabup Konut Buka Konsultasi Publik RPPLH-D3TLH 

Ketiga, uji produk. Setelah prototype selesai, kita akan bekerja sama dengan UX Researcher untuk mencari user yang sesuai untuk menguji produk.

Ada berbagai metode untuk menguji desain produk yang biasa digunakan, seperti tree testing, A/B testing, survei, interview atau live beta.

Keempat, desain produk lanjutan. Dengan memanfaatkan feedback dan data dari user, kita akan melakukan desain produk lanjutan. Hal ini untuk memastikan bahwa produk teruji benar-benar menyelesaikan masalah user.

Kelima, launching dan monitoring. Selanjutnya kita akan bekerja sama dengan tim engineer untuk membangun produk sesuai blue print desain yang ada.

Untuk memastikan bahwa produk sesuai dengan desain dan tidak memiliki kekurangan dan kelemahan. Setelah produk diluncurkan, pekerjaan kamu tidak selesai begitu saja. Kita akan bekerja sama dengan UX Researcher dan Tim Product lainnya untuk monitoring KPI.

Berdasarkan data monitoring, kita akan menyesuaikan kembali apakah desain produk perlu dimodifikasi atau perbarui. Secara garis besar, ruang lingkup desain produk saling berkaitan antara analisis, desain, meluncurkan produk, monitoring dan mengembangkan kembali produk.

Laporan: Shen Keanu

  • Bagikan