Teknologi Tepat Guna Tingkat Sultra, Muna Hadir dengan Produk Unggulan Ini

  • Bagikan
Kepala Dinas PMD Muna, Rustam. (Foto: LM Nur Alim/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA – Pemerintah Kabupaten Muna melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) mengutus empat delegasi desa pada kejuaraan Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di kota Kendari.

Kompetisi TTG tingkat Provinsi Sultra mulai berlangsung pada Senin, 20 September 2021. Perwakilan Kabupaten Muna pun hadir dengan produk unggul dan uniknya untuk merebut kemenangan.

“Saya mengutus empat desa dalam mengikuti lomba TTG. Kita berharap mendapatkan juara. Saya optimis teh kelor dan keripik kelor bisa juara disebabkan oleh kedua produk itu lagi membooming dan go publik, bukan hanya nasional bahkan tingkat dunia dan WHO sudah membahas itu. Begitu juga dengan tenun Masalili yang sudah membooming lebih dulu dan sering mendapat juara,” jelas Kepala Dinas PMD Muna, Rustam, Selasa (21/9/2021).

Empat desa tersebut adalah Desa Lupia, Masalili, Raimuna, dan Desa Napalakura.

Desa Lupia yang dibantu Bumdes dan menjadi sumber pendapatan asli desa mampu membuat teh kelor dan keripik kelor untuk dipasarkan sendiri.

Sementara Desa Masalili khas dengan kain tenunnya yang terkenal dan menjadi produk unggulan Kabupaten Muna.

ibu alimazi

Selanjutnya Desa Raimuna menghasilkan jahe bubuk yang diproduksi dan dipasarkan sendiri melalui kemasan yang dikelola oleh Bumdes dan menjadi PAD desa.

Baca:   Gaji CPNS Baru Lunas, BKAD Konut Lanjut Proses Gaji 13 ASN

Terakhir Desa Napalakura memproduksi abon ikan yang dikelola sendiri. Bahkan produk ini menjadi PAD Desa.

Menurut Rustam, selain desa-desa itu terdapat desa lainnya, yakni Mabodho yang unggul dengan daya tarik kain tenunnya seperti halnya Desa Masalili.

“Target juara tidak hanya pada TTG di Kendari, tingkat nasional tahun depan di Bandung juga kami memiliki target untuk mendapatkan juara,” tambahnya.

Jika mengikuti TTG di Bandung nanti, tidak hanya empat desa bisa berpartisipasi, desa lainnya boleh ikut berinovasi dan mengembangkan produk unggulannya.

“Semoga makin tumbuh dan berkembang desa lainnya yang berinovasi dengan TTG. Kita harus memiliki target yang jauh untuk tingkat nasional tahun depan di Bandung,” sambungnya. (B)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan