Terobos Lumpur, Ibu-ibu di Koltim Masuk Lokasi Bendungan TMMD Demi Bawakan Penghilang Dahaga

  • Bagikan
Antusias ibu-ibu membawakan minuman untuk pekerja embung, sasaran TMMD di Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim. (Foto: Dok.Kodim 1412 Kolaka)

SULTRAKINI.COM: Di tengah kesibukkan personel Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) bersama masyarakat membangun embung di Desa Pekorea, hadir para ibu yang setia membawakan minuman untuk menghilangkan dahaga pekerja yang sepanjang hari bergotong rotong tersebut.

Pengerjaan embung yang ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya menjadi bendungan mini terletak di Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Bendungan ini merupakan salah satu item pokok program fisik TMMD ke-111 di wilayah setempat.

Ada yang menarik selama proses pengerjaan bendungan yang nantinya memasok air bagi pertanian warga itu.

Antusias ibu-ibu membawakan minuman untuk pekerja embung, sasaran TMMD di Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim. (Foto: Dok.Kodim 1412 Kolaka)

Adalah ibu-ibu yang setia membawakan air mineral, teh manis hingga kopi untuk para pekerja di lokasi bendungan. Meski akses menuju bendungan masih sedikit berlumpur, para ibu tidak gentar menerobosnya menggunakan roda dua sambil menenteng termos berisikan minuman penghilang dahaga.

Anggota Pendim 1412 Kolaka, Pratu Juandi bercerita, tidak hanya para ibu yang datang membawakan minuman. Kadang kalanya anak-anak mereka menggantikan aktivitas demikian secara bergantian setiap harinya.

“Ada kalanya juga anak-anak mereka yang bawakan. Biar berlumpur (jalanan) tetap semangat terus,” ucapnya, Jumat (25/6/2021).

Antusias ibu-ibu membawakan minuman untuk pekerja embung, sasaran TMMD di Desa Pekorea, Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim. (Foto: Dok.Kodim 1412 Kolaka)

Di sekitar lokasi bendungan nampak tenda berukuran tidak terlalu kecil. Tenda inilah biasa dijadikan tempat beristirahat personel TMMD bersama warga.

Baca:   Kafilah Sultra Masuk Final STQ Nasional di Pontianak

Sejauh ini warga setempat masih antusias dengan pekerjaan tersebut. Sebab, bendungan nantinya mengalirkan air dari Sungai Pekorea ke ladang warga hingga tiga desa.

Ditambahkan Pratu Juandi, pengerjaan bendungan didominasi warga. Bahkan sekitar 97 orang warga pernah terlibat bergotong royong membantu personel TMMD.

“Kadang anggota sekitar 37 orang, masyarakatnya 75 orang hingga 85 orang. Kebanyakan masyarakatnya bekerja dari pada anggota. Soalnya semangat terus masyarakatnya membantu pembangunan embung,” jelasnya.

Ia berharap, semua program TMMD terlaksana dengan lancar dan sukses. Terlebih membawa manfaat bagi masyarakat setempat.

“Semoga dengan TMMD ini semangat dan antusias masyarakat untuk membantu pembangunan embung bisa dinikmati hasilnya dengan baik dan berguna bagi kebutuhan-kebutuhan di kemudian hari,” ujarya.

Pratu Juandi tidak sendiri mendampingi warga selama TMMD. Ada anggota TNI lainnya berada di lokasi hingga bermalam di lokasi sasaran TMMD. Meski terkadang personel harus jauh dari keluarga tercinta. Dirinya terus semangat menuntaskan tugas tersebut dan kembali berkumpul dengan keluarga. Ia merasa semangat bisa membantu warga di pelosok Koltim melalui TMMD tersebut.

“Saya harus tetap semangat dan berdoa semoga di hari-hari ke depannya program ini (TMMD) bisa selesai dengan aman dan lancar, kemudian melaksanakan tugas seperti biasanya dan pulang kembali bertemu keluarga,” ucapnya.

Baca:   Dishub Kendari akan Jadikan Terminal Baruga Kawasan Parkir Khusus

TMMD Kodim 1412 Kolaka di Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim menargetkan tiga item pokok program fisik dan sepuluh program nonfisik. Khusus program fisik, tersebar di Desa Pekorea pembangunan embung, Desa Rubia pembangunan gereja, dan Desa Aere renovasi masjid.

(Baca juga: Progres TMMD di Koltim Meningkat Signifikan, Masyarakat Tambah Antusias)

Data Kodim 1412 Kolaka hingga 23 Juni 2021, pelibatan personel selama TMMD ke-111 di Kecamatan Aere mencapai 150 orang, terdiri dari TNI AD 116 orang, TNI AL empat orang, TNI AU dua orang, Polres 12 orang, dan Pemda 16 orang.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan