Tiga Tahun Kepemimpinan AMAN di Sultra, Tiga Program Pembangunan Sementara Berjalan

  • Bagikan
Ekspose kemajuan pembangunan tiga tahun masa kepemimpinan AMAN (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM) 
Ekspose kemajuan pembangunan tiga tahun masa kepemimpinan AMAN (Foto: Al Iksan/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Masa kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan Lukman Abunawas (AMAN) tepat 3 tahun pada Minggu, 5 September 2021.

Artinya, Senin (6/9/2021) ini merupakan awal tahun ke empat pasangan ini memimpin Provinsi Sultra.

Diketahui, pasangan yang akrab disebut dengan akronim AMAN itu dilantik Presiden Jokowi pada Rabu 5 September 2018 bersama kepala daerah terpilih lainnya di Istana Negara, Jakarta.

Sebelum masa kepemimpinannya berakhir pada tahun 2023 nanti, sejumlah program unggulan masih dijalankan seperti pembangunan jalan Kendari- Toronipa, pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah yang bertaraf internasional, serta pembangunan Perpustakaan Modern.

Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam sambutannya saat acara ekspose tiga tahun kepemimpinannya mengungkapkan walaupun masih dalam situasi pandemi Covid-19 namun pelaksanaan program dan kegiatan yang bersifat prioritas maupun unggulan akan terus berjalan.

“Khusus pelaksanaan program unggulan hingga akhir tahun ketiga ini tetap berjalan dengan baik,” tuturnya, Senin (6/9/2022).

Untuk pembangunan jalan Kendari Toronipa kata Ali Mazi, hal itu untuk mendukung Toronipa menjadi kawasan wisata terpadu dan pembangunannya sampai saat ini masih terus berjalan.

Kemudian pembangunan gedung Perpustakaan Modern telah sampai pada tahap akhir. Berikutnya, pembangunan Rumah Sakit Jantung sudah dilanjutkan setelah sempat terhenti sebelumnya.

Baca:   Calon Haji Tertua se-Sultra dapat Pengawalan Tim Kesehatan

“Kita harapkan program unggulan ini rampung tahun depan, agar memasuki tahun kelima sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ali Mazi.

Selain itu, untuk pencapaian yang bersifat makro dia menjelaskan, bahwa perekonomian Sultra selama tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,65 persen. Hal itu disebabkan Pandemi Covid-19 yang menghambat laju pertumbuhan semua lapangan usaha ekonomi di Sultra.

“Capaian ini merupakan terendah dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya Sultra selalu berada diatas rata-rata nasional dengan nilai diatas enam persen pertahun,” beber Ali Mazi.

Namun, kata dia, ekonomi Sultra pada triwulan dua tahun 2021 telah berangsur pulih sehingga dapat tumbuh sebesar 4,21 persen, lebih tinggi ketimbang triwulan dua tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,59 persen. (C)

Laporan: Al Iksan
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan