TMMD di Koltim: Warga Aere Diedukasi Tanggap Bencana Alam

  • Bagikan
Sosialisasi tanggap bencana di lokasi sasaran TMMD Kecamatan Aere, Kabupaten Koltim. (Foto: Dok. Kodim 1412 Kolaka)

SULTRAKINI.COM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara terlibat langsung dalam program nonfisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1412 Kolaka di Kecamatan Aere. Tanggap bencana alam disosialisasikan BPBD pada warga setempat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Sabtu (26/6/2021).

Tanggap darurat bencana merupakan bagian dari kegiatan yang dinilai perlu diketahui masyarakat. Meski bencana tidak kenal waktu kapan datangnya, perlu ada upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanggulangan, dan pemulihan kualitas lingkungan hidup dari masyarakat selain instansi terkait.

Upaya pencegahan bisa dilakukan masyarakat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan hingga reboisasi, buang sampah pada tempatnya, serta membangun permukiman di kawasan yang tepat atau menghindari pinggiran sungai.

Dalam sosialisasi di Kecamatan Aere, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Alam BPBD Koltim, Ruslan selaku pemateri menerangkan contoh-contoh kasus bencana baik itu yang disebabkan oleh kelalaian manusia maupun faktor alam. Hal inipun memudahkan masyarakat untuk memahami makna sesungguhnya dari tanggap bencana.

Ruslan mengaku, kebencanaan khusus di Kabupaten Koltim terdapat lima bencana, yaitu banjir, tanah longsor, kebakaran, puting beliung, dan penebangan pohon yang merusak ekosistem lingkungan.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Baca:   Dandim 1412 Kolaka: Terorisme sudah Menjadi Ancaman Global

“Bencana kita tidak pernah tahu kapan datangnya. Di Kecamatan Aere ini baru tahun kemarin itu kebencanaannya banjir di Watuoha. Jangan kita anggap kita di daratan kita aman, itu rahasia tuhan. Watuoha berada di hulu Kecamatan Aere, kalau mau banjir itu di muara tempatnya air tertampung. Tapi kok hulu yang banjir, muara tidak,” jelasnya.

Di setiap bencana yang dijelaskan Ruslan, selalu menyisipkan fakta bencana yang dialami warga Koltim. Dengan tujuan agar masyarakat cepat memahaminya, terutama yang ditimbulkan dari aktivitas buruk maupun kelalaian masyarakat terhadap alam sekitar.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Rubia Sofian, Pasiter Kapt Inf Basir, dan 98 orang masyarakat.

Untuk diketahui, sosialisasi tanggap bencana termasuk dalam item program nonfisik TMMD ke-111 di Kecamatan Aere. Total sepuluh item program nonfisik akan diberikan pada masyarakat.

Selain tanggap darurat, penyuluhan lain sudah direalisasikan adalah penyuluhan kamtibmas dan bela negara.

Laporan: Sarini Ido
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan