Total 76 OTG Kontak Erat dengan Pasien 01 Positif di Butur

  • Bagikan
Jubir gugus Covid-19 Butur, dr. Muh Ali Badar. (Foto: Ardian Saban/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Munculkan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Buton Utara segera menjadwalkan pemeriksaan Swab bagi warga yang kontak erat dengan pasien 01 positif tersebut.

Juru bicara Covid-19 Butur dr. Muh Ali Badar, menjelaskan total orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 32 orang. Semuanya akan di-Swab oleh petugas dari RSUD Butur di Puskesmas Wakorumba Utara pada Kamis (11/6). Pemeriksaan ini termasuk diikuti oleh pihak keluarga pasien.

Namun, konfirmasi Rabu (10/6) pukul 18.00 Wita, rupanya terjadi penambahan jumlah OTG yang kontak erat dengan pasien 01, hingga totalnya menjadi 76 orang. Sementara alat Swab tersedia hanya untuk 32 orang seperti data di atas. Untuk itu, 44 orang sisanya akan menunggu alat Swab selanjutnya.

“Petugas laboratorium kita yang dari RSUD Butur yang langsung pemeriksaan Swab di Puskesmas Wakorumba Utara,” ucap dr. Ali, Rabu (10/6/2020) malam.

(Baca juga: Butur Kini Zona Merah Covid-19, Kasus Positif dari eks Penumpang KM Dorolonda)

Pemeriksaan Swab, lanjutnya, juga akan diikuti oleh warga dari klaster eks penumpang KM Dorolonda yang sempat menolak diperiksa.

“Itu kemungkinan kita akan lakukan pemeriksaan Swab juga pada klaster KM Dorolonda yang sempat melarikan diri, bersama keluarganya. Saya sudah hubungi pihak desa dan kecamatan maupun puskesmas setempat untuk mediasi supaya mereka dilakukan tes Swab karena pasien 01 positif ini dari klaster KM Dorolonda,” terangnya.

Baca:   Satu PDP Konawe Meninggal, Belum Keluar Hasil Swab

Usai dilakukan pemeriksaan Swab, pihaknya bisa menentukan apakah virus tersebut importir case atau transmisi case. Kalau importir case berarti pasien tertular virus dari luar daerah, sementara transmisi case berarti tertular dari sesama penumpang.

dr. Ali menambahkan, sehubungan penanganan pasien positif 01-pihaknya sedang mengkarantina selama 14 hari di RSUD Butur, sembari menunggu pengambilan sampel Swab tahap kedua.

“Dia pasien tanpa gejala terkonfirmasi positif, dikarantina, diberikan penanganan, pemberian vitamin C selama 14 hari,” tambahnya.

Tim gugus tugas Covid-19 Butur mengkarantina pasien 01 di RSUD Butur guna menghindari konflik sosial di tengah masyarakat.

“Kenapa kita bawa ke rumah sakit karena ini adalah kasus perdana, kalau kita liat daerah-daerah lain kasus perdana menimbulkan konflik sosial, agar lebih aman maka kami bawa ke rumah sakit. Pasien 01 itu bebas di situ, jadi sampai kita pastikan hasil swab-nya negatif dua kali, dengan rentang waktu 14 hari,” sambungnya. (C)

Laporan: Ardian Saban
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan