Trafik Komunikasi Meningkat, Telkomsel Bangun 11.000 BTS 4G

  • Bagikan
Telkomsel Siaga. (Foto: Istimewa)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pada momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1441 Hijiriah, Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20 persen sedangkan untuk trafik layanan legacy voice dan SMS diprediksi akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, mengatakan guna mengantisipsi hal tersebut, pihaknya telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI).

“Kapasitas jaringan itu berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi mengalami kenaikan trafik telekomunikasi, 58 titik rumah sakit rujukan Covid-19, 38 titik area transportasi utama di tiap provinsi seperti bandara dan pelabuhan, 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok,” ungkap Setyanto, Selasa (21/4/2020).

Lanjut Setyanto, upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan di momen RAFI Telkomsel menghadirkan 11.000 BTS baru berteknologi multi-band Long Term Evolution atau 4G.

“Lalu ada tambahan operasi 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), dan kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps) untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia,” kata Setyanto.

Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G.

Baca:   Telkomsel Kendari Berikan Voucher Paket Data untuk Tenaga Medis di RS Rujukan Covid-19

Setyanto menambahkan, fokus pengamanan jaringan di seluruh area tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Telkomsel dalam memastikan kenyamanan masyarakat Indonesia yang menjalankan imbauan Pemerintah RI untuk tidak mudik dan memusatkan aktivitas ibadah di momen RAFI ini di rumah.

“Selain itu, pengamanan titik area dan jalur transportasi pun tetap menjadi fokus kami sebagai upaya untuk memastikan kelancaran komunikasi operasional penanganan dan penyaluran logistik bahan pokok, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan di tiap wilayah,” terangnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan