Transaksi Non-Tunai di Sultra Tumbuh 39,74 Persen

  • Bagikan
Perkembangan Transaksi BI-RTGS dan SKNBI di Sultra Triwulan II 2019. (Foto: Istimewa)
Perkembangan Transaksi BI-RTGS dan SKNBI di Sultra Triwulan II 2019. (Foto: Istimewa)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Selama triwulan II 2019, nilal transaksi non-tunai di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai Rp 3,73 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 39,74 persen (yoy), meningkat signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh hanya sebesar 0,97 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Suharman Tabrani, mengatakan dari preferensi penggunaannya, nilai transaksi non-tunai didominasi oleh penggunaan Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) sebesar 54 persen dan 46 persen menggunakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

“Ini berbeda dengan periode-periode sebelumnya, dimana nominal transaksi SKNBI lebih tinggi daripada BI-RTGS. Hal ini disebabkan oleh percepatan penyaluran transfer dana dari pusat ke pemerintah daerah sehingga menyebabkan nominal transaksi RTGS meningkat,” kata Suharman, Rabu (23/10/2019).

Dari sisi jumlah transaksi, Lanjut Suharman, penggunaan SKNBI mencapai 98,73 persen sedangkan penggunaan BI-RTGS hanya sebesar 1,27 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar transaksi perekonomian di Sultra masih merupakan transaksi ritel dengan rata-rata sebesar Rp34,90 juta per transaksi.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Sementara untuk transaksi sistem pembayaran nilai besar yang menggunakan BI-RTGS rata-rata dapat mencapai sebesar Rp 3,18 miliar per transaksi,” ujarnya.

Selain penurunan pada transaksi sistem pembayaran non-tunai tersebut, terdapat pula penurunan aliran transfer dana yang masuk ke Sultra dari luar negeri dan begitu pula sebaliknya.

Baca:   Di Kongres Internasional III, Abdurrahman Saleh Janji Buat Perda Bahasa Daerah

“Pada triwulan II 2019, transaksi transfer dana luar negeri ke Sultra tercatat sebanyak Rp23,26 miliar atau -10,01 persen (yoy), sementara transaksi ke luar negeri tercatat sebesar Rp 770 juta atau -42,65 persen (yoy),” tutupnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan