Tumpahan Minyak Sawit di Buton Selatan Cemari 3 Desa

  • Bagikan
Ilustrasi. Pencemaran tumpahan minyak sawit di Buton Selatan.
Ilustrasi. Pencemaran tumpahan minyak sawit di Buton Selatan.

SULTRAKINI.COM: Sebanyak tiga desa, yakni desa di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara tercemar tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Ketiga desa itu adalah Majapahit, Desa Lampainiri, dan Desa Bola.

Hingga Minggu (19 Januari 2019), belum ada langkah penanganan yang diambil baik dari pemerintah maupun perusahaan kapal untuk mengatasi tumpahan CPO yang terjadi sejak 18 Desember 2018.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo menyayangkan pencemaran tersebut. “Ikut prihatin adanya kejadian itu dan seharusnya dari pihak perusahaan kapal yang mengangkut minyak sawit mentah bertanggung jawab untuk menyingkirkan limbah yang mencemari perairan laut di wilayah itu,” kata Yaudu.

Sementara itu, sejumlah warga terkena dampak pencemaran mengalami pusing dan mual akibat bau busuk menyengat yang timbul dari tumpahan minyak sawit mentah tersebut.

Tumpahan CPO hingga berita ini ditulis masih terdapat di tepi pantai dengan warna yang mulai menghitam dan menimbulkan bau tak sedap dan menyengat.

Tambak milik warga sekitar pantai juga terkena dampak pencemaran dari minyak sawit mentah tersebut. Air tambak menghitam dan tanah di sekitar tambak juga terkena minyak CPO yang menghitam dan menimbulkan bau.

“Warga di sini mabuk, pusing, mual dan sakit kepala. Baunya menyengat sekali. Saya sudah mual-mual dan sampai kemarin muntah,” kata warga, Minggu (19 Januari 2019).

Baca:   Ketua DPRD Busel Kantoran dan Tertawa, Pasca Tersangka Kasus Narkoba

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Selatan, La Mpute, enggan menanggapi bau menyengat akibat pencemaran dari tumpahan minyak CPO.

“Saya belum bisa berikan keterangan, karena kami lagi ambil data-data dulu,” ujarnya kepada wartawan.

Seperti diberitakan SultraKini.com, pencemaran disebabkan oleh tenggelamnya kapal jenis tugboat TT 57 rute Kota Poso tujuan Kota Baru, Kalimantan Selatan. Kapal itu tenggelam di Perairan Batauga, Tanjung Masiri, Kabupaten Buton Selatan, Sultra pada Jumat (28/12/2018).

Sekitar 3,7 ton minyak sawit mentah keluar dari lambung tongkang dan mencemari pantai di tiga desa.

Penulis: Shen Keanu

  • Bagikan