Vaksin Gotong Royong Mendorong 70 Juta Jiwa Target Vaksin

  • Bagikan
Presiden Jokowi saat memantau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong, di pabrik PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jabar, Selasa (18/05/2021) pagi. (Foto: BPMI Setpres/Lukas for SultraKini.com)
Presiden Jokowi saat memantau pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong, di pabrik PT Unilever Indonesia, Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jabar, Selasa (18/05/2021) pagi. (Foto: BPMI Setpres/Lukas for SultraKini.com)

Program vaksinasi yang berjalan sejak Januari, kini diperkuat dengan program vaksinasi gotong royong sehingga target Presiden Joko Widodo untuk memvaksin 70 juta jiwa masyarakat Indonesia bisa tercapai paling lambat September 2021.

SULTRAKINI.COM: Sebanyak 70 juta jiwa penduduk Indonesia ditargetkan sudah disuntik vaksin pada periode Agustus-September 2021, dimana pada Juli-Agustus 2021 total akumulatif pengadaan vaksin mencapai 140 juta.

 “Dengan 140 juta vaksin yang diadakan di Juli dan di Agustus diharapkan sudah sekitar 190 juta, maka target vaksinasi dari Presiden sebanyak 70 juta itu akan bisa dicapai,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). 

Namun demikian, hal itu akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari masing-masing manufaktur, karena ada beberapa negara dengan demand tinggi yang terkadang mengubah jadwalnya.

Semua itu dilakukan pemerintah guna memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sehingga segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dan dapat terbebas dari pandemi.

Selain program vaksinasi yang digulirkan pemerintah sejak Januari lalu, sejak 18 Mei ini juga digulirkan program Vaksinasi Gotong Royong.

Airlangga Hartarto menyambut baik pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong ini. Dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan untuk mendaftarkan pekerjanya dalam program ini, ia optimistis pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional lebih cepat lagi.

Baca:   Haramkah Memakai Wifi Orang Lain Tanpa Izin?

“Vaksin Gotong Royong sudah dimulai dan memang sudah dilakukan pendaftaran dalam beberapa bulan terakhir. Ini juga untuk mengakselerasi tercapainya herd immunity, dan tentunya Gotong Royong ini menunjukkan korporasi burden sharing dengan pemerintah, di mana produktivitas karyawan ditanggung mereka,” ujar Airlangga dalam siaran pers yang diterima SultraKini.com, kemarin.

Ketua KPCPEN mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dengan skema ini akan mempercepat vaksinasi bagi kelompok masyarakat usia produktif. “Salah satu tugas sudah dimulai terkait sektor Gotong Royong untuk mereka yang berusia produktif,” ujarnya.

Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, sekitar 22.750 perusahaan telah mendaftar Program Vaksinasi Gotong Royong dengan peserta sebanyak sekitar 10 juta orang. Tahap awal pelaksanaan vaksinasi ini meliputi wilayah Jabodetabek untuk sekitar 220 ribu orang dari berbagai sektor industri, antara lain manufaktur, petrokimia, dan makanan-minuman.

Total vaksin Sinopharm yang sudah tiba di Tanah Air untuk kebutuhan vaksinasi ini sebanyak 500 ribu dosis dan sekitar 420 ribu dosis sudah terdistribusi. Total komitmen yang diterima adalah sebanyak 7,5 juta dosis dan berpotensi menjadi total sebanyak 15 juta dosis.

Harga Vaksin Gotong Royong ditetapkan Rp321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK)  No. HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin COVID-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong. Sehingga, total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi, termasuk harga pembelian dan pelayanan vaksinasi, yaitu Rp879.140 per orang.

Baca:   Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Sandiaga

Mekanisme pendaftaran Vaksinasi Gotong Royong berada di bawah kontrol Kementerian Kesehatan serta dilaksanakan oleh Kadin dan Bio Farma. Bagi perusahaan yang sudah mendaftar maka akan terakselerasi jadwal vaksinasinya, sedangkan yang tidak mendaftar harus mengikuti penjadwalan dari program pemerintah. Pemerintah juga sudah bekerja sama dengan beberapa fasilitas kesehatan di berbagai daerah, baik yang bekerja sama dengan korporasi maupun rumah sakit swasta.

Dalam pernyataannya, Airlangga juga menyampaikan, pemerintah telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin COVID-19 dari sejumlah pihak, antara lain Sinovac (sampai November 2021) berjumlah lebih kurang 147 juta, Novavax (semester kedua) sekitar 50 juta, lalu COVAX Gavi (sistem multilateral, sampai Desember 2021) sebanyak 54 juta, serta AstraZeneca (sampai Desember 2021) ditargetkan 20 juta.

“Pfizer juga rencananya diadakan di semester kedua sejumlah 50 juta. Juga ada tambahan vaksin bilateral dari COVAX Gavi sebanyak 60 juta, dan Vaksin Gotong Royong (Sinopharm) direncanakan 15 juta,” ujarnya.

Pengadaan vaksin gotong royong diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19.

Jika vaksinasi program biayanya ditanggung pemerintah dan untuk kalangan umum, vaksinasi gotong royong biayanya ditanggung perusahaan dan hanya untuk karyawan atau keluarganya. Karena dibayar oleh perusahaan, vaksinasi ini tetap gratis bagi karyawan.

Baca:   Amnesty International: Etnis Rohingya Sulit dapat Pendidikan dan Kesehatan

Sementara itu, hingga April 2021, jumlah masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah disuntik vaksin, baik tahap satu mau pun tahap dua, sudah mencapai sebanyak 62.981 orang.

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan