Video Viral Ayam Berulat di Wakatobi, Ini Penjelasan Pemilik Rumah Makan

  • Bagikan
Pemilik rumah makan saat diwawancara terkait video ayam berulat. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Dunia maya di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara dihebohkan dengan tersebarnya video salah salah seorang remaja memakan ayam goreng berulat di salah satu rumah makan di Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.

Video yang memperlihatkan ayam yang disajikan berulat tersebut dialami Riski (15), warga Keluruhan Waetuno, Kecamatan Wangi-wangi pada Minggu, 23 Februari 2020 sekitar pukul 20.00 Wita. Ketika itu dia bersama dua orang temanya makan di salah satu rumah makan di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangi-wangi.

Dalam video bedurasi 1 menit 57 detik itu, nampak sejumlah ulat kecil bermunculan di daging ayam goreng yang disajikan kepada Riski. Video itu juga memperlihatkan suasana rumah makan tersebut.

Kaka kandung Riski, Nur, menjelaskan berdasarkan pengakuan adiknya bahwa sejak awal adiknya makan, ia sudah rasa ayam tersebut seperti basi, namun ia tetap melanjutkan memakan ayamnya sebab dikiranya hanya hal yang biasa.

“Tapi saat ayamnya sudah mulai habis dia rasa ada yang geli-geli ditelapak tangannya, pas dia lihat padahal ada ulat-ulat dan dia periksa ayamnya ternyata dipenuhi dengan ulat-ulat,” ucap Nur.

Potongan gambar video ayam berulat di Wakatobi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

Saat dikonfirmasi pemilik rumah makan, Arif membenarkan bahwa video yang viral itu di rumah makan miliknya. Namun ia membantah rumah makannya menyajikan makanan yang berulat.

Baca:   Puluhan Tenaga Medis RSUD Bahteramas Sultra Dikarantina di Hotel

“Itu tidak benar sama sekali karena kita lihat di kita punya ayam ini kan segitu. Tulang dan atas pahanya kan beda dengan apa yang dikatakan di video. Bentuk ayamnya bedah dengan ayam yang ada di sini,” kata Aris, Selasa (10/3/2020).

Ia menjelasnya, video tersebut terdapat keganjalan karena dalam satu porsi hanya ada satu potong ayam, namun di video tersebut terlihat banyak tulang. Bahkan menurutnya, ia tidak pernah menjual ayam tepung, sementara dalam video tersebut merupakan ayam goreng tepung.

“Kalau ayam busuk tidak mungkin dia kasih habis,” tambahnya.

Viralnya video tersebut, ia mengaku penghasilannya menurun drastis. Sebelum adanya video itu omsetnya mencapai Rp 1 juta perhari, namun omsetnya turun di bawah Rp 1 juta setelah video tersebut viral.

Iapun telah melaporkan persoalan tersebut ke pihak Mapolres Wakatobi dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan