Warga Susah Diatur Taat Prokes, Bulog Sultra Hentikan Pasar Murah di Kendari

  • Bagikan
Warga memadati Perum Bulog Sultra untuk mendapatkan paket belanja berisi minyak goreng yang disediakan di stan Pasar Murah, Jumat (4 Maret 2022). (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Perum Bulog Provinsi Sulawesi Tenggara menghentikan Pasar Murah di Kota Kendari lebih cepat dari jadwal sebelumnya, lantaran masyarakat susah menaati protokol kesehatan, Jumat (4 Maret 2022).

Pasar Murah dari Bulog Sultra di Kota Kendari dijadwalkan pada 3-5 Maret 2022. Namun pihaknya hanya membuka hingga Jumat (4/3) ini, sebab masyarakat kembali tidak menaati protokol kesehatan.

Pasalnya, pelaksanaan Pasar Murah Kamis (3/3) kemarin juga kurang ditaati masyarakat. Meski sebagian besar warga menggunakan masker saat itu, namun mereka saling berdempet-dempetan untuk mendapatkan paket belanja hingga menyebabkan kerumunan di Kantor Bulog Sultra.

(Baca: Parah, Warga Kendari Berdempet-dempetan Berburu Minyak Goreng di Pasar Murah Bulog Sultra)

Masyarakat yang didominasi ibu-ibu ini, terpaksa pulang dengan kecewa tanpa membawa paket belanja berisi tiga pcs minyak goreng ukuran 900 ml dan gula pasir atau terigu satu kilogram.

Seperti Leni. Ibu rumah tangga ini mendapatkan kupon belanja dari Bulog sehari sebelumnya tapi tidak kebagian paket. Puluhan kupon ini diberikan kepada warga yang tidak mendapatkan paket belanja pada Kamis (3/3) kemarin. Namun nyatanya, dirinya tetap tidak kebagian lantaran antusiasnya masyarakat yang berburu minyak goreng.

“Kita dapat kupon tapi tidak kebagian, hari ini saya datang lagi sekitar jam 08.00 Wita, pelayanan sudah tidak ada, saya sangat kecewa,” ujarnya.

Baca:   Bulog Sultra Sediakan 5.300 Ton Beras Untuk Bansos PKH

Dia semakin kecewa sebab di tengah kesibukanya itu harus memilih mengantre minyak goreng dan menemani anaknya yang sedang belajar during. “Mana ini kita duluankan minyak goreng atau anak,” sambungnya.

Ida, warga lainnya juga tidak mendapatkan paket belanja di Pasar Murah Bulog. Dia bersama ratusan warga lainnya berharap bisa pulang membawa minyak goreng, namun belum pukul 09.00 Wita, 500 paket yang dipersiapkan di stan hari ini sudah habis. Nampak memang lebih banyak warga mengantre dan tidak kebagian paket belanja dibandingkan stok yang disediakan pihak pelaksana.

“Kita rugi transportasi datang mengantre minyak goreng tapi tidak dapat, jam 08.00 Wita saya datang, sudah mulai tapi setengah jam langsung selesai (pasar ditutup),” ucapnya.

Beda halnya dengan Waty. Dia senang mendapatkan paket belanja setelah kembali datang sebelum stan dibuka. “Jam 07.00 Wita saya tiba, sengaja cepat datang karena kemarin tidak kebagian. Tadi pelayanan belum jam 08.00 Wita karena belum lama saya tiba pembagian paket sembako murah sudah dimulai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sultra, Siti Mardati Saing, menjelaskan Pasar Murah terpaksa digelar hanya dua hari dari sebelumnya dijadwalkan pada 3-5 Maret 2022. Hal ini disebabkan masyarakat kurang disiplin protokol kesehatan ketika mengantre di stan.

Baca:   Antisipasi Corona, Wali Kota Kendari Pastikan Stok Beras Cukup, Jangan Menimbun

“Masyarakat susah diatur, kupon itu kita berikan supaya tertib tapi masih banyak warga berdesak-desakan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan kembali menggelar Pasar Murah dengan berkoordinasi kepada pihak kepolisian guna membantu mendisiplinkan warga dan mengantisipasi masyarakat dobel mendapatkan paket belanja.

“Kalau stok minyak aman, minggu depan lagi ada. Setiap hari kita sediakan,” tambahnya.

Pantauan Sultrakini.com, hingga pukul 10.15 Wita usai Pasar Murah Bulog Sultra ditutup–masyarakat masih memadati lokasi yang mempertanyakan penutupan stan pasar. Bahkan sejumlah di antara mereka memaksa masuk ke Kantor Bulog sekadar memastikan sendiri stok minyak goreng. Warga juga berorasi di depan pintu masuk Kantor Bulog. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan