Waspada !!, Kasus Narkoba Meningkat, BNNK: Mulai Sasar Anak SD

  • Bagikan
Kepala BNN Kendari, Murniati bersama para siswa MTsN 1 Kendari mengkampanyekan stop narkoba di kalangan sekolah. (foto : Sarini Ido / SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM:KENDARI- Bandan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari gencar pencegahan masuknya narkoba dikalangan generasi muda. Salah satunya dilaksanakan melalui sosialisasi Diseminasi pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan sekolah dan universitas.

 

loker wartawan sultrakini

Kepala BNN Kota Kendari, Murniati mengatakan kasus penyalagunaan narkoba pada remaja utamanya SMP dan SMA terus meningkat di tahun 2015. Sedikitnya sekitar 40 kasus narkoba terjadi sepanjang tiga bulan terakhir tahun 2016. Dari jumlah ini, kebanyakan para remaja yang menjadi korban dari oknum perdagangan narkoba.

 

”Mereka (remaja) jadi korban karena ketidaktahuannya, diberikan sama teman-temannya, ada yang coba-coba. Bahan narkobanya yang adiktif, mumbul bahkan narkoba golongan 1,” katanya, usai Sosialisasi di MTsN 1 Kendari, Kamis (31/3/2016).

 

Motif pelaku pengedar juga masih terbilang sederhana tapi pasti. Hal itu dilakukan dengan menjaring peluncur penjualan narkoba dengan memberikan imbalan uang. Bahkan dilihat dari kasus yang terjadi, peredaran narkoba mulai menyasar anak ditingkat sekolah dasar.

 

”Mereka (pelaku) kreatif, paling senang dengan anak-anak sekarang. Dijadikan peluncur dikasih uang sudah senang, itu modusnya,” ujarnya.

 

Selain itu, ada motif lain para remaja mudah terpedaya narkoba, yakni ada konflik antara anak dan orangtua. Situasi tersebut dinilai mempermudah mereka tergoda narkoba hingga lingkungan pergaulan. ”Pertama orangtuanya sibuk, sering marah-marah, anak di diskriminasi,” ucapnya.

Baca:   Seruan Ganti Wakil Bupati Wakatobi Bergema di Pulau Kaledupa 

 

Tindakan pemberantasan salah satunya dengan pengobatan rawat jalan dari pasien narkoba, terus digalangkan seperti tahap pembinaan selama delapan minggu secara rutin.

 

Sementara itu, sosialisasi juga terus dilakukan pada masing-masing 15 lembaga pendidikan tingkat SD,SMP, SMA dan Universitas.

loker marketing sultrakini
  • Bagikan