Wilayah Blank Spot Buton Dikunjungi Kementerian, Bantu Percepatan Transformasi Digital

  • Bagikan
Kunjungan kerja Asdep VII Bidkoor Kominfotur dan Kemenko Polhukam RI di Kabupaten Buton. (Foto: Dok Diskominfo dan Persandian Buton)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Asisten Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informatika, dan Aparatur, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Penny Rajendra meninjau langsung area blank spot di Kabupaten Buton.

Penny Rajendra mengatakan, demi kebutuhan komunikasi pihaknya perlu bergerak dengan baik dalam upaya percepatan transformasi digital pada 2023. Salah satu blank spot di daerah Buton.

Blank spot atau titik kosong merupakan suatu titik lokasi yang belum mendapatkan jaringan telekomunikasi dengan kata lain tidak ter-cover oleh menara telekomuikasi dan perangkatnya, yaitu Base Transceiver Station (BTS).

Dalam menyukseskan hal ini, Penny Rajendra menegaskan agar koordinasi dan sinergi terus terjalin antara pemerintah daerah dengan operator seluler untuk memastikan kemampuan kapabilitas signal sehingga tidak terjadi lagi blank spot ke depannya.

“Ini bukan wilayah 3T sehingga bisa disinergikan bagaimana cara yang terbaik untuk titik blank spot ini teratasi,” ucapnya dikutip dari Diskominfo da Persandian Kabupaten Buton, Jumat (17 Juni 2022).

Dengan adanya kunjungan ini, Penny Rajendra berharap tidak ada lagi jaringan komunikasi yang kosong untuk pembangunan daerah Kabupaten Buton sehingga hak rakyat untuk bisa menerima informasi terpenuhi.

“Semoga kunjungan ini merupakan pertama dan terakhir untuk memberikan solusi akan transformasi digital dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui sarana-sarana telekomunikasi,” ujarnya.

Baca:   Kotaku Sultra Gelar Workshop Sosialisasi Kota Tanpa Kumuh

Daerah-daerah blank spot yang dikunjungi dipusatkan di tiga wilayah, yaitu Desa Wajah Jaya, Kecamatan Lasalimu Selatan; Lasembangi, Kecamatan Lasalimu; dan Desa Bukit Asri, Kecamatan Kapontori.

Sebelum meninjau langsung, pihaknya mengikuti Rakor Bersama Pemerintah Kabupaten dan operator seluluer di Kantor Bupati Buton.

Asisten Administrasi Umum Sekda Buton, La Ode Muhidin Mahmud, mengatakan pemenuhan kebutuhan akan telekomunikasi berupa pengadaan tower Base Transceiver Station adalah sesuatu yang sangat substansial. Sebab masih banyak daerah-daerah di Buton yang masuk kategori blank spot.

“Semoga dengan kunjungan kerja ini bisa ada solusi untuk membantu masyarakat yang selama ini jauh dari jangkauan signal seluler,” tambahnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan