Workshop Milenial di Baubau: Tulisan adalah Hadiah untuk Generasi Mendatang

  • Bagikan
Andi Sangkarnya Amir membawakan materi penulisan konten pariwisata pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media di Kota Baubau. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Peserta workshop ekonomi kreatif sub sektor media, penulisan konten dan fotografi pariwisata di Kota Baubau sangat antusias. Sejumlah karya pun tercipta ketika memasuki sesi pelatihan penulisan konten pariwisata.

Andi Sangkarya Amir sepertinya sukses merangsang keingintahuan peserta saat memasuki pelatihan penulisan konten pariwisata. Bagaimana tidak, jurnalis senior ini menyampaikan materinya jauh dari kesan kaku dan formal.

Selingan poin-poin materi pelatihan yang disajikan ikut mengajak peserta melihat persoalan-persoalan di sekitar mereka menyangkut produksi konten.

Selama pelatihan, peserta banyak belajar tentang mengapa menulis itu penting, bagaimana memulai sebuah tulisan, struktur tulisan, syarat menulis, angle atau sudut pandang, panduan menulis. Agar lebih mudah dipahami, peserta diperlihatkan penyusunan tulisan dengan objek wisata andalan di Kota Baubau.

Misalnya, memanfaatkan 5W+1H atau what, who, when, where, why, dan how lalu diimpelentasikan pada objek Benteng Keraton Buton. Sederhananya seperti di bawah ini.

“Benteng ini adalah bekas ibu kota Kesultanan Buton, terletak di tengah Kota Baubau. Benteng yang terbuat dari batu kapur ini, pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia dan Guiness Book Record pada September 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

Dibangun pada abad ke-16, benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang disebut Baluara.

Letak Benteng Keraton cukup tinggi dengan lereng terjal, memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya”.

“Baubau ini kota yang luar biasa, banyak potensinya, banyak hal yang menanrik di sektor pariwisata, dan kita mau juga teman-teman mengambil peran di situ dengan apa yang teman-teman punya,” ucapnya, Selasa (23/11/2021).

Andi Sangkarnya Amir membawakan materi penulisan konten pariwisata pada workshop ekonomi kreatif sub sektor media di Kota Baubau. (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Andi mengatakan, menulis sebenarnya mendorong seseorang untuk mencari tahu sesuatu yang baru.

Baca:   Sebentar Lagi Pelulusan, SMAN 2 Baubau "Banjir" Tawaran dari Berbagai Perguruan Tinggi

“Ketika teman-teman ketika mau membuat tulisan kedepankan dulu fokusnya seperti apa,” tambahnya.

Selama sesi pelatihan penulisan konten, peserta cukup antusias memberikan pertanyaan, begitu juga menulis konten wisata. Mereka mengangkat produk usaha yang sedang digeluti, mempromosikan sektor wisata bahari, dan sebagainya.

Secara singkat materi ini menyampaikan bahwa tulisan adalah hadiah untuk generasi mendatang, dalam menulis pilihlah angle atau sudut pandang yang menarik, lalu susunlah karya tulis dengan menggunakan bahasa yang memikat pembaca. Komponen 5W+1H bisa menjadi pilihan saat menyusun tulisan kita. Penulis juga bisa memberikan judul yang menarik.

Namun sebelum menyebarkannya, pastikan tulisan tersebut kembali dibaca dan direvisi untuk menghindari kesalahan informasi. Tulisan akan lebih bagus jika ditambahkan dengan foto yang relevan.

Media penyebaran konten bisa menggunakan media sosial, sebab ruang dan waktunya sangat cukup mendukung tulisan kita segera diakses pembaca dari mana saja.

Workshop ekonomi kreatif sub sektor media ini tidak hanya penulisan konten. Pada 24 November, peserta akan menerima materi fotografi pariwisata.

Di kesempatan itu juga, forum milenial kreatif Kota Baubau akan dibentuk dengan anggotanya dari peserta pelatihan tersebut.

Editor: Sarini Ido

  • Bagikan