Ibu Guru dari Kolut Selingkuh dengan Guru Asal Konsel

  • Bagikan
Kepala sekolah dan guru SD tepergok selingkuh. (Foto: Merdeka.com).
Kepala sekolah dan guru SD tepergok selingkuh. (Foto: Merdeka.com).

 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala SD di Kabupaten Kolaka Utara, SB (48), memergoki istrinya EL (43) bermesraan dengan DN (45) di sebuah rumah kontrakan di Kota Kendari pada Jumat, 9 Agustus 2019.

EL adalah instruktur guru dan kepala sekolah asal Kabupaten Kolaka Utara. Sedangkan DN merupakan guru dan mantan kepala sekolah dasar asal Kabupaten Konawe Selatan.

Sebelum menangkap basa istrinya, SB terlebih dahalu membuat laporan di Polsek Baruga Kota Kendari. Kemudian ia bersama warga dan aparat kepolisian ke rumah kontrakan tersebut.

Di rumah itu ia menemukan mobil istrinya terparkir di depan rumah.

SB mendobrak masuk rumah melalui jendela yang terbuka. Ia mendapati istrinya yang dinikahi puluhan tahun itu sementara berpelukan di atas kasur dengan pria berinisial DN (45) yang diduga selingkuhannya.

Saat itu EL sedang terlentang menggunakan kain sarung, sementara DN hanya menggunakan celana pendek.

DN (45) berusaha melarikan diri melewati pintu belakang. Namun, SB bergerak cepat dan memiting leher DN. Pria yang sudah memiliki istri dan 5 orang anak itu makin tak berkutik saat polisi ikut masuk melalui jendela.

Mengetahui istrinya selingkuh, SB sangat kecewa. Ia tak menyangka karena segala keperluannya seperti rumah dan mobil telah ia penuhi.

Saat digerebek, EL kaget dan sempat shock, berteriak keras ke arah suami sahnya. EL juga terlihat takut saat suaminya menyerobot masuk.

“Jangan pukul dia, jangan aniaya dia, tolong kasian,” pinta EL kepada suaminya.

Polisi langsung masuk menengahi. DN dan EL diamankan berikut barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya berjanji bertemu di Kota Kendari pada Kamis (8/8/2019).

Kapolsek Baruga, AKP Sri Endang, mengatakan penggerebekan pasangan selingkuh sudah ketiga kalinya di wilayah hukumnya. Sejumlah barang bukti seperti pakaian turut diamakan.

Menutur SB, istrinya sering berbohong kepadanya untuk pergi ke Kendari, meninggalkan anaknya yang masih kecil di rumah.

Istrinya beralasan, pergi ke Kota Kendari untuk urusan kantor, namun setelah dicek ternyata tidak ada.

“Disitu saya mulai curiga karena berulang-ulang kejadiannya,” katanya.

Kecurigaan bertambah karena ketika di Kendari seharusnya ia menginap di rumah anak mereka yang sementara kuliah. Namun, justru menginap di luar.

Laporan: Habiruddin Daeng

  • Bagikan
Exit mobile version