Oknum Pejabat Diknas Konawe Ketahuan Selingkuh, Ini Curhat si Bunga

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Bejat. Begitulah gambaran yang tepat atas sosok oknum pejabat Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Konawe, Erawan Suplayuda. Setelah bertahun-tahun menggauli Bunga (nama samaran), pria yang menjabat Kepala Bidan PNPTK itu tak kunjung bertanggungjawab. Janji manisnya untuk menikahi bunga, hanyalah tinggal janji.

 

Kisah itu bermula saat pertemuan Yudha (sapaan akrab Erawan Suplayuda) dengan Bunga di salah satu rumah makan beberapa tahun silam. Ketika itu Bunga masih duduk di bangku SMA. Sementara Yudha, statusnya telah menikah.

 

Pertemuan itu menjadi pemantik terjadinya pertemuan selanjutnya. Bunga yang ketika itu tinggal di rumah tantenya, kerap dikunjungi Yudha. Tak hanya di rumah tentenya, Yudha pun kerap hadir ke sekolahnya jika ada kegiatan, dengan modus kunjungan dari Diknas. Begitulah seterusnya, hingga Yudha berhasil memperoleh mahkota terindah dari Bunga yang masih berstatus putih abu-abu. Hubungan keduanya pun makin intim layaknya suami isteri.

 

Sadar dengan status Yudha yang telah berkeluarga, bunga sempat urung niat untuk melanjutkan hubungan mereka. Namun Yudha tak habis akal bulusnya. Ia bilang ke Bunga kalau hubungannya dengan isterinya tengah retak dan bakal bercerai. Untuk meyakinkan Bunga, Yudha berjanji akan menikahi Bunga. Pria itu bahkan sempat mengajak Bunga nikah siri di Konsel. Namun Bunga sendiri menolak dengan alasan masih sekolah.

 

Setelah tamat sekolah, Mantan Guru Fisika di salah satu SMA di Konawe itu kembali mengiming-imingi bunga untuk menikah. Namun bunga harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dulu. Bunga pun percaya dan hubungan mereka pun tetap berjalan.

 

Bunga kemudian melanjutkan studi di salah satu univeraitas di Kendari. Mereka pun terpisah dalam jarak. Tak ada lagi apel oleh Yudha di rumah tente Bunga.

 

Namun, jarak tak membuat hubungan mereka renggang. Tiap kali ada kegiatan dinas ke Kendari Yuhda selalu menyempatkan diri bertemu Bunga. Bahkan kata Bunga, Yudha kerap membuat surat perjalanan dinas palsu untuk mengelabui isterinya.

 

Di Kendari, Bunga kerap diajak Yudha ke rumah saudaranya. Sehingga kata Bunga, hubungan mereka sudah ditahu pihak keluarha Yudha. Bunga juga sempat mendengar jika keluarga Yudha akan mengurus pernikahan mereka secara baik-baik.

 

Saat sudah semester lima, Bunga kembali mengingatkan Yudha tentang janji untuk menikahinya. Yudha pun berkata akan bertemu orang tua Bunga jika kuliahnya akan selesai. Namun saat Bunga sudah di penghujung masa kuliahnya, Yudha kembali berjanji lagi. Ia menyuruh Bunga untuk menunggu empat tahun lagi. Bunga malah disuruh untuk lanjut S2.

 

Seiring berjalan hubungan gelap Yudha dengan bunga akhirnya sampai ke telinga Isteri Yudha. Sang isteri pun marah. Namun oleh Yudha dikatakan kalau Bunga hanyalah wanita bayaran. Hubungan mereka tidak lebih dari itu.

 

Mendengar informasi itu, Bunga naik pitam. Ia pun meng-upload foto Yudha yang dibubuhi beberapa tulisan di media sosial miliknya. Tindakan nekad si Bunga, akhirnya menuai respon serius baik dari keluarganya, terlebih keluarga Yudha.

 

yamaha

Melihat tindakan Bunga yang kelewat batas, Yudha pun mengeluh. Kepada Bunga ia berkata jika hal itu terlalu cepat Bunga lakukan.

 

\”Terlalu cepat kamu mengadu sama keluargamu. Belum ada apa-apaku ini. Sekarang lagi banyak bebanku. Abis bantu Sekda Konawe (Ridwan) Rp100 juta. Abis bantu Pilkada Konut Rp100 juta. Terus dia bilang lagi kalau anaknya masih kuliah. Belum siap dia hancur karirinya. Bahkan dia suruh saya bilang ke keluargaku kalo hubunganku sama dia itu cuma main-main,\” bongkar wanita yang berinisial NH itu.

 

Disitulah awal dari kerenggangan hubungan Yudha dan Bunga. Bunga kemudian harus terlibat \”perang dingin\” dengan keluarga isteri Yudha.

 

Diceritakan Bunga, Isteri Yudha sempat mendatangi lurah tempat Bunga tinggal. Pak lurah kemudian langsung mendatangi rumah Bunga untuk bertemu kedua orang tuanya. Namun keduanya tengah menunaikan ibadah omrah. Tante Bunga yang sempat menemui lurah mengatakan untuk menunggu hingga kedua orang tua Bunga balik dari tanah suci.

 

Selanjutnya, lurah mengambil inisiatif untuk ketemu Yudha. Dalam pembicaraan mereka, Yudha bilang kalo perempuan bernama bunga itu hanya wanita bayaran. Informasi itulah yang kemudian sampai ke telinga Bunga. Ia pun menceritkann kisah lain tentang hubungannya dengan Yudha ke pak lurah. Mendengar kisah Bunga yang berbanding terbalik cerita Yudha, lurah kembali berinisiatif untuk bertemu Yudha.

 

Yudha dipanggil namun tak mengindahkan panggilan itu. Pak lurah lalu ke rumah Yudha, tapi yang didapatinya adalah sang isteri yang tak rela kalau suaminya menikah lagi.

 

Bunga kemudian meminta bantuan LSM perempuan. Oleh Tie Saranani, Bunga diajak ketemu (Plt) Sekda Konawe, Ridwan. Namun oleh Ridwan, Bunga mengaku diumpat habis-habisan karena dianggap mengganggu rumah tangga orang lain.

 

\”Tapi setelah pembicaraan kami direkam, Sekda mulai bicara baik-baik. Ia kemudian berjanji akan urus masalah kami baik-baik,\” terangnya wanita berkaca mata itu.

 

Lanjut Bunga, tidak lama setelah itu muncul utusan dari Sekda dan bertemu orang tua Bunga. Kepada utusan itu, orang tua Bunga pun berkata, agar Yudha menyelesaikan masalah tersebut secara adat.

 

\”Mereka dikasi waktu 40 hari untuk datang. Tapi sampai saat ini tidak ada yang datang-datang juga. Mungkin dia (Yudha) takut sama isterinya,\” kata Bunga seraya mengaku kerap mendapat teror dari isteri Yudha.

 

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, Yudha tidak menampik kalau ia memang pernah punya hubungan spesial dengan Bunga. Namun, dengan wajah agak gusar, ia memilih untuk tidak mau berkomentar.

 

\”Saya no komen,\” katanya saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.