Pemerintah Gandeng Polda Sultra Kembangkan Upsus Siwab

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Guna mendukung upaya hhusus sapi Indukan wajib bunting (Upsus Siwab) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Kepolisian Daerah mensosialisasikan mengendalikan pemotongan ruminansia betina produktif untuk meningkatkan ketersediaan produktivitas sapi lokal, Kamis (13/7/2017).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Nasir menyebutkan angka konsumsi daging ternak ruminansia khusus sapi secara nasional meningkat rata-rata sebesar 18,2 persen selama lima tahun terakhir dengan 2,37 kilogram perkapita pe rtahun. Sedangkan di Sultra sendiri mencapai 0,52 kilogram perkapita per tahun.

Sementara penyediaan daging sapi lokal rata-rata memenuhi 65,24 persen secara nasional, sehingga kekurangannya masih ditutupi dari impor, baik berupa sapi bakalan atau penggemukan maupun daging bakalan.

“Tantangan dalam penyediaan daging sapi nasional masih rendahnya produktivitas ternak sapi lokal seperti tingkat kelahiran di bawah 70 persen, kematian ternak diatas tiga persen, dan adanya gangguan penyakit reproduksi dan tingginya pemotongan betina produktif lebih besar dari 60 persen,” jelas Nasir.

Menghadapi permasalahan itu pemerintah harus menyusun program strategis, yaitu upaya khusus pengendalian Upsus Siwab dengan pengendalian pemotongan betina produktif untuk mempertahankan populasi sapi betina dan memperbanyak akseptor.

Lebih lanjut Nasir memaparkan dengan  meningkatnya jumlah populasi sapi tahun 2016 yakni 10,9 persen sebanyak 331.958 ekor dari tahun 2015 sebesar 299.240 ekor, dengan struktur populasi Jantan 87. 365 ekor atau 26 persen dan betina 244.572 ekor atau 74 persen yang tersebar di beberapa sentra pengembangan sapi di Sultra dapat meningkatkan angka pertumbuhan ketersediaan sapi dengan melindungi betina produktif.

“Target Upsus Siwab kita sebanyak 47. 468 akseptor, terdiri dari 24.000 kawin suntik (IB) dan 23.468 kawin alam (Pejantan), target kebuntingan sebanyak 26. 107 ekor. Sampai pada Juni sudah realisasi Upsus mencapai 7.696 ekor atau 6,21 persen dan kebuntingan 6. 359 ekor  (24,35 persen),” terangnya.

Menyikapi kerja sama ini sesuai dengan program pemerintah pusat kepemimpinan Jokowi bahwa akan diadakan swasembada pangan lokal khusunya ternak dan swasembada sapi, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto mendukung penuh program Upsus Siwab dengan menekan angka pemotongan sapi betina produktif.

Dirinya berharap kepada seluruh pihak-pihak polres dan polsek masing-masing kabupaten/kota di Sultra untuk mengintruksikan kepada masing-masing kamtibmas mengaktifkan sosialisasi pemotongan ternak ruminansia sapi betina produktif.

“Sebagai pelindung dan pengayom, mudah-mudahan dengan pertemuan sosialisai ini bisa bermanfaat menekan angka pemotongan ruminansia sapi betina produktif, sehingga swasembada sapi bisa terwujud,” ujar Andap Budhi.

Sosialisasi ini melibatkan jajaran Kapolres se-Sultra, kepala balai karantina pertanian, Pengurus Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan  kepala Balai Penelitian Tanaman Pangan.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.