Peringati Isra mi'raj, UMK Ingatkan Soal Penyakit TBC

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Memperingati Isra Mi\’jraj nabi Muhammad SAW, Universitas Muhammadiyah Kendari mengkampanyekan bahaya penyakit Tuberculosis atau yang lebih dikenal penyakit TBC.

 

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah (UMK) Kendari, Muhammad Nur, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Nasyiatul Aisyiah Sultra, untuk mengkampanyekan bahaya TBC, melalui sosialisasi dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang menderita TBC.

 

Program sosialisasi bahaya TBC, juga dijadikan bagian dalam kurikulum di Universitas untuk dilaksanakan para mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Amalaiah (KKA).

 

Muhammad Nur juga mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan penelitian dimasyarakat, ternyata hasilnya berbeda dengan data dari Dinas Kesehatan Provinsi yang menggambarkan jumlah penderita TBC di Sultra lebih sedikt, namun fakta yang ditemukan justru lebih banyak.

 

\”Kami akan terus mengkampanyekan bahaya tuberculosis sampai indonesia bebas TB,\” ungkap Muhammad Nur.

 

Terkait rencdana ini, Sekretaris Daerah Sultra, Lukman Abunawas yang turut hadir dalam peringatan Isra Mi\’Raj di kampus UMK mengungkapkan, apresiasinya atas program UMK bersama Nasyiatul Aisyiah yang melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bahaya TBC.

 

Ia juga mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi Sultra melalui dinas kesehatan akan selalu memberi dukungan kepada UMK Dan Nasyiatul Aisyiah untuk rencananya itu. \”Kami akan tindak lanjuti dan bagaimana masyarakat sultra kedepannya agar lebih sehat,\” Kata mantan bupati Konawe ini.

yamaha

 

Dalam peringatan Isra Mi\’jraj nabi Muhammad SAW, Universitas Muhammadiyah Kendari iniselain Sekda Provinsi Sultra, Lukman abunawas, turut hadir juga mantan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Sultra, Prof. Abdullah Alhadza.

 

Sementara itu, ditemu dalam kesempatan berbeda, Kordinator Porgram Komuniti TB Care Asyiah Sultra, Asmira Said, menjelaskan Pihaknya telah menandatangani MoU bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sultra untuk program pendampingan korban penyakit TB dari perawatan sampai sembuh.

 

Selain itu, lanjut Asmira, Dinas Kesehatan Provinsi Sultra juga akan menyiapkan perawatan dan pengobatan kepada pasien TB secara gratis.

 

Dijelaskan Asmira, bahaya TB dapat menular pada setiap manusia, disebabkan oleh kuman minobaktrerium tuberculosis yang dapat menyebabkan daya tahan tubuh rendah dan dapat sampai mengakibatkan kematian.

 

Program TB yang didanai oleh pihak Intrtnasional telah melakukan upaya penyembuhan dibeberapa kabupaten di sultra, yakni Kota Kendari, Kabupaten Muna, Muna Barat dan Kota Bau-bau.

 

\”Dari tahun 2009 sampai sekarang kami selalu mencari penyebab terdampaknya masyarakat oleh penyakit TB dengan cara penyuluhan dan advokasi disetiap daerah disultra,\” ungkap asmira.

 

Asyiah mencatat, penderita positif TB di Sultra tahun 2016, sebanyak 380 orang, dan yang berhasil sembuh total sebanyak 280 orang.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.