Iklan Clarion

Rantai Motor Putus, Jambret Terbirit-Birit Masuk Sungai Saat Dikejar Polisi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aksi kejahatan nampaknya tidak hanya berujung pada hal tragis yang berbuah tangis. Adakalanya aksi kejahatan juga bisa berbuah tawa karena nasib sial pelakuknya.

Hal ini seperti peristiwa yang menimpa Asrami (24). Gadis belia yang baru beranjak remaja ini, menjadi korban penjambretan saat melintas dari arah Pasar Baru sekitaran Jalan Wayong, By Pass, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (30/10/2016) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Saat itu, Asrami tiba-tiba didekati pengendara berboncengan yang menggunakan motor Suzuki Satria FU. Tidak disangka salah seorang pengendara menarik tas milik Asrami dan keduanya langsung tancap gas.

Namun naas, saat Kedua pelaku yang diketahui bernama Irfan (23) dan Rendi (22) berniat memacu motornya untuk melarikan korbannya, rantai motor yang digunakan malah putus saat baru 100 meter meninggalkan korbannya.

Alhasil kedua pelaku pun berusaha melarikan korbannya ini dengan cara mendorong motornya menyusuri jalan Wayong ke Arah Bundaran Pesawat, Lepo-lepo. Sementara itu, Asrami mengikutinya dari belakang.

Melihat ada peluang untuk menangkap pelaku, Asrami berusaha meminta pertolongan pada pengendara yang melintas. Beruntung, yang melintas adalah patroli anggota Polsek Baruga bersama anggota SPKT Polres Kendari yang langsung melakukan pengejaran setelah dilaporkan Asrami.

Datangnya sejumlah polisi ini sontak membuat kedua pelaku tunggang langgang dan terbirit-birit berlari ke arah semak dibelakang Kampus Avicena untuk bersembunyi. Anggota Polsek Baruga bersama SPKT Polres sempat kehilangan jejak saat melakukan pengejaran.

Berselang beberapa lama pelaku akhirnya ditangkap oleh anggota Polsek Baruga dengan kondisi basah kuyup, diduga kedua pelaku bersembunyi di sungai belakang Kampus STIK Avicenna.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Baruga AKP I Ketut Arya Wijanarka, sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu diketahui kedua pelaku hendak melarikan diri menuju Jalan La Ode Hadi, By Pass, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga.

“Pengakuan mereka aksi penjambretan ini sudah dilakukan sebanyak enam kali,” pungkas AKP Arya saat ditemui SULTRAKINI.COM.

Bukannya untung malah Buntung. Demikianlah kiasan untuk nasib kedua pelaku, sebab setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata isi tas yang dijambret pelaku tidak tedapat barang berharga, melainkan hanya berisi SIM C, STNK sepeda motor, KTP, Kartu ATM BRI, uang tunai Rp.35 ribu serta dua lembar Slip pembayaran SPP Stikes Madala Waluya Kendari.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.