Sepihan Granat di Tubuh, Korban Bom UHO ini Jalani 3 kali Operasi

SULTRAKINI.COM : KENDARI- Meski sudah lebih sebulan, pasca meledaknya Bom di Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari saat pelatihan satpam, Selasa (29/3/2016) lalu. Ternyata masih menyisakan penderitaan bagi salah satu korbannya.

 

Adalah Jaimin (23), salah satu satpam di kampus UHO, yang menjadi peserta pendidikan dasar pengenalan bahan peledak, dalam pelatihan yang berakhir tragis itu.

 

Sewaktu bom meledak, Jaimin mengaku berada sangat dekat. Ia duduk di kursi paling depan, hanya berjarak sekitar 2 meter dari tempat meledaknya granat, yang merenggut 4 korban jiwa serta 8 lainya yang mengalami luka serius.

 

\”Sewaktu bom meledak saya sempat buang diri, terus saya lepaskan sepatu laras dan saya minta bantuan teman dengan cara merangkak dari dalam sampai ke pintu masuk, dan disitu-lah saya diangkat,\” tutur Jaimin saat ditemui SULTRAKINI.COM, di Gedung Asoka kamar nomor 13, RS Bahteramas Kendari.

 

Akibat dari insiden tersebut, pria yang masih bujang ini mengalami beberapa luka di bagian tubuh akibat sepihan bom. Diantaranya, luka di bagian dada, kepala sebelah kiri di atas telinga, betis bagian kanan dalam yang mengalami robek, dan betis bagian kiri yang didalamnya-pun terdapat plat akibat terkena serpihan bom.

 

yamaha

Untuk mengangkat sepihan bom ditubuhnya, Jaimin bahkan sudah menjalani 3 kali serangkaian operasi, pertama pada 30 Maret di kaki bagian betis kanan, operasi yang ke-2 pada 7 april di RS Bayangkara dengan memasangkan plat pada betis kiri, serta operasi ke-3 pada 28 april di RS Bahteramas dengan pengambilan serpihan bom di dadanya.

 

Sebulan pasca meledaknya bom tersebut, Jaimin mengaku tidak bisa beraktifitas sama sekali. \”Nanti empat bulan baru bisa beraktifitas, itupun juga masih harus cek perkembangannya,\” ucap Pria yang beralamatkan di lorong Materi 3, Kecamatan Kambu, Kota Kendari

 

Tak hanya menjalani beberapa kali operasi, jaimin juga menjalani proses rawat jalan yang di kontrol langsung oleh dokter. Untuk beraktifitas, Ia menggunakan kursi roda yang sediakan oleh pihak kampus UHO, karena belum bisa berjalan.

 

Setelah menjalani operasi ke-3 pada 28 April untuk mengangkat serpihan bom yang berada di dadanya, saat ini, Jaimin masih menjalani proses pengobatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Kendari.

 

Untuk biaya pengobatannya yang dijalaninya, Ia mengaku, keseluruhannya ditanggung oleh pihak UHO bekerja sama dengan polda Sultra. Selain itu, meskipun Jaimin tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai satpam, namun Ia tetap memerima gaji dari pihak kampus.

 

\”kalau itu sesuai dengan kontrak sebesar Rp1 Juta per-bulan,\” tutup Jaimin.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.