SUARA

Siswa Unjuk Rasa, Beasiswanya Digelapkan Kepala SMK 1 Bombana

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Puluhan Siswa SMKN 1 Bombana berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bombana. Mereka mendesak  pihak Dikpora Bombana agar menjembatani proses pencairan dana beasiswa untuk jurusan pertanian,  yang sejak tahun lalu di endapkan oleh kepala sekolah mereka.

“Sejak tahun 2015 lalu, beasiswa itu tidak pernah disalurkan. Padahal anggarannya sudah lama cair sejak Januari. Makanya kami datang untuk mengadu di Dikpora agar ada solusinya,” kata Yuyun Paramita, Ketua Osis SMKN 1 Bombana, Selasa (8/9/2016).

Dana beasiswa satu juta per siswa setiap tahun merupakan beasiswa dari Kemendikbud untuk siswa, guna pengembangan ilmu di bidang pertanian.

Namun entah kenapa, beasiswa itu tidak kunjung disalurkan oleh kepala sekolah bernama Budi Hadi Joko Subado. “Hampir setiap saat kami dijanji. Bahwa beasiswa itu akan lekas dicairkan, namun sampai sekarang, tidak pernah disalurkan,” kata Yuyun lagi.

Lebih sakit lagi, sambung Yuyun, pada Desember 2015 lalu saat siswa hendak keluar sekolah untuk prakrerin alias PSG. “Jujur saat itu siswa sangat butuh sekali untuk membantu keperluan PSG kami. Tapi dana itu tidak juga dicairkan. Kami mulai jenuh, sebab setiap kami meminta selalu cuma diberi janji,” kesal Yuyun.

yamaha

Ditaksir dana yang masih mengendap di Kepala Sekolah SMKN 1 Bombana itu sekitar Rp66 juta. “Masih ada sekitar 66 siswa  yang belum mendapat dana tersebut. Itu untuk kelas 2 dan Kelas 3, yang dulu (2015 lalu) masih berstatus kelas 1 dan kelas 2,” ujar Aditia salah satu siswa SMKN 1 Bombana.

Sementara itu sekretaris Dikpora Kabupaten Bombana, Budiman AR mengaku kecewa terhadap sikap kepala sekolah SMKN 1 Bombana. “Itu hak para siswa, harus disalurkan. Tidak boleh tidak.  Tidak boleh ada penundaan atau alasan lain. Dan wajar jika anak-anak itu protes,” ujarnya.

Budiman mengaku pihaknya sudah sering mengingatkan kepada Budi Hadi Joko Subado untuk lekas menyalurkan beasiswa yang ditunda itu. Namun peringatan keras Dikpora  rupanya tidak diindahkan. “Besok  kami akan ke sana untuk tinjau masalah ini. Saya sudah janji anak-anak tadi, Insya Allah bersama pak Kadis,” jelasnya

Diketahui, dana beasiswa itu sudah dikuncurkan sejak April 2015 lalu. “Saya juga heran dikemanakan dana beasiswa anak-anak itu. Sebab penelusuran kami di bank, dana itu sudah ditransfer ke pihak sekolah sejak April lalu. Makanya kami heran kenapa tidak disalurkan. Kami akan kroschek masalah ini ke sekolahnya,” tukas Budiman. 

Editor: M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.