SULTRAKINI.COM: Sebanyak 25 guru sekolah dasar Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara mengikuti pelatihan lesson study (LS) yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo bekerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Konsel, di Aula SultraKini Institute, Jl Kedondong Anduonohu Kendari, Rabu (15 November 2017).

25 Guru SD Konsel Dilatih Lesson Studi
Dr Aris Badara (baju biru) saat membuka Pelatihan Lesson Studi di Aula SultraKini Institute, Rabu (15 November 2017).

Narasumber kegiatan adalah Dr Aris Badara membawakan materi tinjauan umum tentang lesson study, model-model pembelajaran yang menyenangkan, serta penyusunan laporan dan persiapan publikasi LS. Aris yang sehari-hari bekerja sebagai dosen pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga bertindak sebagai peneliti dalam kegiatan tersebut.

Narasumber lainnya adalah Dr Busnawir yang membawakan materi langkah-langkah pelaksanaan dan perangkat LS serta penyusunan action plan (Plan-do-see). Busnawir juga dosen FKIP UHO, pernah mendalami ilmu tentang LS di Jepang, selaku negara yang pertama menerapkan LS dalam pembelajaran di bangku sekolah.

Selain menghadirkan narasumber dari kalangan prkatisi, M Djufri Rachim yang akan berbagi pengetahuan tentang persiapan publikasi LS, baik melalui jurnal maupun media lainnya, baaik media massa maupun media sosial. Djufri selain sebagai praktisi juga merupakan dosen pada Jurusan Jurnalistik dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHO. Pada kegiatan ini juga terlibat sebagai anggota tim peneliti.

Peserta pelatihan LS mengikuti materi dari Dr Aris Badara, Rabu (15 November 2017).

Lesson study merupakan model pembinaan para guru melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan yang dilandasi prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

Menurut Aris, pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan pembinaan satu atau dua sekolah terpilih di Konsel sebagai model pembelajaran menerapkan prinsip-prinsip LS.

“Kita berharap setelah kegiatan ini bisa melahirkan satu atau dua sekolah model LS, yang bisa dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah lain, baik yang ada di Konsel maupun luar Konsel,” kata Aris kepada SultraKini.com.

Aris mengingatkan bahwa lesson study bukan merupakan metode atau strategi pembelajaran, melainkan melalui LS dapat diterapkan berbagai pembaharuan pembelajaran berdasarkan situasi, kondisi dan permasalahan yang dihadapi guru dengan melakukan tiga langkah, yakni Plan (Perencanaan), Do (Pelaksanaan), dan See (Pengamatan). 

Laporan: frirac

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations